Sukses

Penanganan Teratozoospermia

20 Oct 2014, 05:10 WIB
Pria, 25 tahun.
Dok, saya sudah menikah 2 thn, sampai saat ini belum mendapat keturunan. istri saya pernah hamil tetapi mengalami keguguran pd usia kandungan 3 bln. semenjak itu sampai saat ini kami belum mendapat keturunan. lalu kami mencoba memeriksanakan ke dokter kandungan. menurut dokter kandungan istri saya normal. lalu saya disuruh untuk melakukan tes sperma. ternyata hasil tes sperma tersebut menunjukan bahwa sperma saya tergolong teratozoospermia. pertanyaan saya : 1. apakah penyebab teratozoospermia? padahal setelah menikah istri saya langsung hamil. berarti 2 thn lalu sperma saya normal. 2. apakah teratozoospermia dpt disembuhkan? terimakasih
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter. Selamat bergabung dengan Klikdokter.

Teratozoospermia dalam dunia medis digunakan untuk menandakan adanya gangguan infertilitas atau kesuburan akibat dari abnormallitas bentuk sperma. Bila terlalu banyak bentuk sperma yang abnormal maka terjadilah kondisi gangguan kesuburan. Bentuk sperma yang abnormal tidak dapat membuahi sel telur karena fungsinya yang tidak sempurna.

Kondisi gangguan kesuburan pada pria lebih banyak faktor penyebabnya dibandingkan dengan wanita. Permasalahannya adalah terapi medis untuk teratozoospermia sebagian besar tidak berhasil dengan baik karena terlalu banyak faktor eksternal. Belum ada sampai saat ini terapi yang cukup efektif guna memperbaiki bentuk sperma atau meningkatkan jumlah sperma dengan morfologi normal.

Gangguan pada jumlah sperma dan kualitas sperma dapat terjadi akibat:

  • Kelelahan
  • Tidur yang kurang
  • Kegemukan
  • Kebiasaan merokok dan minum minuman keras
  • Faktor psikologi : stress berkepanjangan, panik, depresi
  • Faktor lingkungan (radiasi atau bekerja di lingkungan yang tinggi cemarannya, seperti kawasan industri)
  • Suhu di sekitar testis yang terlalu panas, misalnya pada orang yang bekerja terus-menerus di dekat panas seperti supir atau juru masak, atau memakai celana yang terlalu ketat juga bisa mengganggu kesehatan testis
  • Ketidakseimbangan hormon testosteron
  • Varicocele (pembesaran pembuluh darah vena di buah zakar)

  • Infeksi saluran reproduksi

  • Kelainan kromosom

Bagi mereka dengan kondisi teratozoospermia terutama yang parah, maka pada umumnya pasangan dianjurkan untuk melalukan ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection) dimana metode ini akan mempertemukan 1 sel telur dan 1 sel sperma untuk menjadi embrio. Embrio yang sudah terbentuk dapat dimasukkan ke dalam rahim sehingga terjadilah kehamilan. Program ini disebut juga dengan nama program bayi tabung.

Metode ini sudah terbukti cukup efektif untuk terapi infertilisasi karena gangguan dari spermatozoa. Kami sarankan agar Anda mengunjungi dokter spesialis Andrologi untuk penanganan lebih lanjut.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar