Sukses

Gangguan Penis

18 Oct 2014, 08:41 WIB
Pria, 21 tahun.
halo dokter, saya mempunyai masalah sudah melakukan onani sejak smp sampai saat ini pun masih saya sudah berusaha untuk berhenti, tapi karena terlalu mudah ereksi saya merasa sulit untuk berhenti . bahkan kalau saya melakukannya tidak lebih dari 1 menit juga bisa ejakulasi, apa saya juga mengalami ejakulasi dini ? saya takut kalau nanti berhubungan tidak bisa memuaskan . lalu akhir akhir ini penis saya jika ereksi, penis bisa di bengkok kan ke atas, seperti patah . tidak sakit, tapi seperti ada bagian penis yang sudah tidak keras tapi ujung setelahnya masih keras . apa ini disfungsi ereksi ? apa ada cara terapi / solusi supaya semuanya normal ? seperti mengkonsumsi makanan sehat apa, atau konsultasi lebih lanjut ke mana ? karena saya juga malu dalam usia saya sudah terlalu bermasalah, saya sedikit bingung harus kemana . terima kasih, maaf jika sulit di mengerti .
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Ejakulasi dini memiliki definisi ejakulasi yang berulang, sering, atau menetap dengan stimulasi yang minimal, sebelum, saat, atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan, oleh karena tidak mampu mengendalikannya yang kemudian menyebabkan ketidakpuasan pada pasangan, rasa terganggu, dan rasa tertekan.

 

Orgasme atau ejakulasi yang terlalu cepat pada pria sementara pihak wanita merasa belum dipuaskan dapat disebut dengan ejakulasi dini. Ejakulasi dini untuk pertama kali paling banyak dikategorikan sebagai non-spesifik (berdasarkan DSM IV) dimana tidak ada seorang pun yang mengetahui penyebabnya dan faktor psikologis dicurigai menjadi penyebab utama dari ED.

Untuk menegakkan diagnosis Ejakulasi Dini maka diperlukan kriteria seperti di atas. Untuk itu, saat ini Anda belum perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Namun, Anda harus memperhatikan kebiasaan Anda bermasturbasi.

Onani atau masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual.  Kebiasaan melakukan masturbasi bukanlah hal yang positif, terlebih jika dilakukan frekuensi yang sangat sering (hampir setiap hari). Kebiasaan melakukan masturbasi dapat menimbulkan masalah psikis dimana timbul pikiran terus menerus untuk melakukan masturbasi. Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya. Tidak ada patokan waktu yang dapat digunakan untuk melakukan kebiasaan ini karena memang tidak dianjurkan secara medis, namun semakin sering dilakukan maka akan semakin dapat memberikan gangguan pola hidup seseorang (pola tidur, stres, gangguan panik/kecemasan, lemas, kurangnya konsentrasi yang pada akhirnya dapat juga menyebabkan disfungsi ereksi dan impotensi). Secara langsung, bermasturbasi tidak menyebabkan kematian maupun penyakit menular seksual.

 

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengalihkan keinginan melakukan masturbasi adalah dengan melakukan hal-hal yang lebih positif seperti dengan berolah raga, melakukan hobi-hobi anda, dll. Hindarilah hal-hal yang memicu anda untuk melakukan masturbasi seperti melihat gambar atau membaca buku-buku yang merangsang.

Untuk informasi lengkap dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda, kami sertakan artikel: Bermasturbasi Pada Pria.

Anda menyatakan bahwa Anda masih dapat ereksi bila dirangsang dengan sentuhan, ini berarti bahwa kemampuan ereksi masih baik. Penis pada dasarnya memang tidak bertulang, sehingga meskipun mengalami ereksi namun tidak keras seperti tulang. Untuk itu, saat ini sebenarnya belum ada yang perlu Anda khawatirkan.

Kami menyertakan artikel mengenai Disfungsi Ereksi Pada Pria untuk keterangan lebih lengkap.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar