Sukses

Saluran Telur, Sperma Tumpah

16 Oct 2014, 13:24 WIB
Pria, 34 tahun.
siang dok...mo tanya nich.belum punya keturunan membuat saya selalu penasaran untuk bertanya masalah sekitar reproduksi.kata dokter selain suami saya diperiksa saya harus diperiksa saluaran saya. 1. apakah tanda tanda saluran telur yang bermasalah?apakah ketika berhubungan selalu sperma tumpah keluar vagina? 2. saya disarankan untuk inseminasi,seandainya saluran telur bermasalah,apakah bisa dilakukan inseminasi? 3. Suami saya bermasalah dengan spermanya yaitu Asthenoozospermia(yang sangat baik 3%),apakah ini bisa kembali normal? 4. berapa kalikah umumnya inseminasi bisa berhasil,mengingat biaya yang harus dikeluarkan relatif banyak untuk ukuran pengasilan kami jika lebih dari 2 kali? terimakasih banyak dok...
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

1. Untuk mengetahui apaah saluran telur bermasalah perlu melalui pemeriksaan foto rontgen (X-ray) abdomen yang menunjukkan adanya gangguan pada organ reproduksi Anda. Pada saat ejakulasi, seorang pria normalnya akan mengeluarkan cairan sebanyak 2-5 ml yang terdiri dari cairan mani dan sperma. Sperma yang berukuran mikroskopik dapat masuk ke rahim melalui mulut rahim sedangkan sisa cairannya akan tertinggal di dalam vagina. Apabila terdapat cairan yang keluar dari vagina maka kemungkinan besar itu merupakan cairan ejakulasi yang keluar dari vagina sesaat setelah melakukan hubungan seksual. Cairan tersebut masih dapat keluar pada pagi harinya. Hal tersebut masih wajar terjadi karena memang tidak semua cairan ejakulasi akan masuk ke dalam rahim. Untuk meminimalisasi cairan ejakulasi yang keluar setelah berhubungan seksual, istri Anda dapat memiringkan tubuh setelah Anda ejakulasi atau sedikit menaikkan bokong ke atas.

2. Inseminasi buatan adalah proses peletakkan sperma ke saluran reproduksi wanita dengan menggunakan cara buatan. Proses yang dijalani dimulai dengan meletakkan sperma segar atau sperma yang telah dibekukan (sperma normal baik bentuk maupun pergerakannya) ke dalam serviks (leher rahim) atau yang disebut dengan Intracervical Insemination (ICI)) atau  di dalam rahim wanita  atau disebut Intrauterine Insemination (IUI).

3. Asthenozoopermia yaitu dari semua sperma yang ada, yang pergerakannya normal  (gerak lurus cepat atau gerak lurus lambat) kurang dari 40%.

 

Gangguan pada jumlah sperma dan kualitas sperma dapat terjadi akibat:

 

  • Kelelahan
  • Tidur yang kurang
  • Kegemukan
  • Kebiasaan merokok dan minum minuman keras
  • Faktor psikologi : stress berkepanjangan, panik, depresi
  • Faktor lingkungan (radiasi atau bekerja di lingkungan yang tinggi cemarannya, seperti kawasan industri)
  • Suhu di sekitar testis yang terlalu panas, misalnya pada orang yang bekerja terus-menerus di dekat panas seperti supir atau juru masak, atau memakai celana yang terlalu ketat juga bisa mengganggu kesehatan testis
  • Ketidakseimbangan hormon testosteron
  • Varicocele (pembesaran pembuluh darah vena di buah zakar)

  • Infeksi saluran reproduksi

  • Kelainan kromosom

Jika, penyebabnya dapat diatasi maka ada kemungkinan sperma dapat diperbaiki. Namun, jika penyebabnya tidak dapat diatasi maka kondisi sperma juga sulit untuk diperbaiki. Saat ini sebaiknya, Anda dan pasangan berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan atau dokter spesialis andrologi untuk penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi suami Anda.

4. Angka keberhasilan inseminasi buatan ini tergantung pada beberapa hal, yaitu :

  • Usia wanita
  • Kualitas sel telur
  • Kualitas sel sperma
  • Ada atau tidaknya endometriosis yang parah

  • Adanya kerusakan saluran tuba

 

Pasangan yang melakukan inseminasi memiliki kemungkinan berhasil sekitar 5-20% setiap siklusnya. Persentase keberhasilan dapat ditingkatkan apabila dikombinasikan dengan terapi hormonal sebelumnya. Inseminasi buatan ini memang tidak selalu berhasil untuk setiap pasangan. Beberapa pasangan mungkin membutuhkan beberapa kali mencoba baru terjadi kehamilan. Umumnya inseminasi buatan dilakukan sebanyak 3 kali sebelum terjadinya kehamilan atau beralih ke terapi lainnya. Jika inseminasi buatan telah berhasil maka akan segera terlihat tanda-tanda kehamilan dalam beberapa minggu.

Untuk melakukan program inseminasi buatan maka diperlukan beberapa persyaratan seperti: harus dilakukan oleh pasangan menikah yang sah yang telah menikah 1 tahun lebih. Pada pasangan suami istri akan dilakukan pemeriksaan kesuburan menyangkut kondisi sel telur, sel sperma dan juga saluran reproduksi wanita. Jika semua berjalan dengan baik maka tidak ada dampak buruk yang dapat dialami oleh wanita maupun pria.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar