Sukses

Detak Jantung

19 Oct 2014, 08:25 WIB
Pria, 35 tahun.
Selamat Sore Dok, Saya Mau Menanyakan, Saya sering Sakit Pada Tenggorokan, Semenjak 4 Bulan Yang lalu (Sejak di Opnme di Rumah Sakit) Penjelan/kronologi ada pada 2 pertanyaan saya sebelumnya, dan saya sering mengontrol Tekanan Darah dan detak jantung, dan selama ini tekanan darah saya 109/69 s/d 120/70 dan detak jantung saya sering diatas 90 BPM (seiring jam Kantor 08.00 - 17.00)wib, dan kalau bangun tidur 69-80 BPM dan pada waktu kerja sering saya sering menggagu aktifitas kerja saya karena dada merasa degdegan terus. dan saya pada hari sabtu dan minggu (tgl 10 dan 11 September 2011) mencoba besepeda sejauh 8 Km (sabtu) dan 7 KM (hari Minggu)detak jantung saya 127 Bpm. sebelumya saya sering bersepada dan jalan kaki tetapi tidak sejauh pada hari sabtu dan Minggu tersebut. yang saya tanyakan apakah dengan detak jantung sering diatas 90 bpm tersebut apakah jantung saya sehat? kenapa waktu jam kantor kaki (betis)saya sering Pegal-pegal? apakah kalau mau terserang penyakit Jantung Koroner Mampu Bersepeda 8 Km ? Terima Kasih.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang Terhormat.

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

 

Detak jantung normal 80-100 detak per menit. Namun, bila berolah raga maka detak jantung dapat mencapai 100-140 detak per menit. Saat ini jantung Anda masih termasuk sehat.

Selama jam kantor, apakah Anda sering duduk atau berada dalam suatu posisi tertentu dalam jangka waktu yang lama? Sering pegal dapat disebabkan karena posisi duduk yang lama dalam suatu posisi sehingga menyebabkan kekakuan otot.

 

Penyakit Penyempitan Pembuluh Darah Jantung disebut juga dengan Penyakit Jantung Koroner. Penyakit jantung koroner ini dapat menyebabkan:

 

Nyeri dada iskemik yang khas (seperti ditekan benda berat dan menjalar ke leher, lengan kanan dan punggung). Keluhan nyeri dada yang memerlukan perhatian secara serius memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Nyeri dada yang baru dirasakan (< 1 bulan)
  • Perubahan kualitas nyeri dada, seperti meningkatnya frekuensi atau beratnya nyeri dada, atau nyeri dada yang dirasakan saat istirahat
  • Nyeri dada yang tidak hilang dengan istirahat atau dengan pemberian nitrat sublingual


Gejala lain yang mungkin menyertai adalah sesak napas, perasaan melayang dan pingsan (sinkop).

Jadi, nyeri dada karena penyakit jantung koroner dapat disebabkan kare aaktivitas yang terlalu berat, misal: bersepeda 8 km, dan sebelumnya sudah terdapat kelainan pada jantung terlebih dahulu. Bagaimana dengan Anda, apakah jika beraktivitas berat menyebabkan Anda merasakan nyeri dada? Jika merasakan nyeri dada seperti yang kami gambarkan maka Anda perlu segera dibawa ke dokter.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

 

Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar