Sukses

Penularan Hepatitis B

20 Oct 2014, 09:19 WIB
Pria, 33 tahun.
Dear Dokter, Beberapa bulan yang lalu waktu donor darah,darah saya terdeteksi Hepatitis B sehingga tidak bisa donor lagi untuk sementara.Setelah saya cek di lab. HbsAgnya teryata positif.Dokter yang memeriksa saya menyarankan agar istri saya juga di test HbsAgnya untuk mengetahui apa istri saya tertular atau tidak.Yang ingin saya tanyakan: 1.Seberapa bahayakah hepatitis B ini? 2.Berapa lama pengobatannya? 3.Apakah istri saya bisa tertular dan melalui apa menularnya? 4.Bagaimana cara mencegah agar istri saya tidak tertulari virus tersebut? Demikian pertanyaan saya dok,atas perhatian dan jawabannya saya sampaikan terima kasih.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

  1. Hepatitis B adalah penyakit pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B.  Perlu diketahui bahwa hasil laboratorium HbsAg (+) dapat berarti infeksi akut, infeksi kronik, atau dapat pula hanya carier (pembawa).
    Infeksi hepatitis B akut menyebabkan keluhan mual-muntah, lemah, dapat juga disertai dengan kulit menjadi kuning. Infeksi hepatitis B kronik biasanya tidak memberikan keluhan yang berarti, namun kerusakan hati akan berlangsung perlahan-lahan dan merusak liver, bila liver sudah rusak, baru muncul keluhan-keluhan yang berat. Infeksi hepatitis B kronik dapat menyebabkan terjadinya sirosis hepatis dan kanker hati.
  2. Hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan sakit ini hingga tuntas. Namun ada tersedia antivirus yang dapat menekan jumlah virus di dalam tubuh dan memperlambat kerusakan hati. 
    Pengobatan infeksi hepatitis B akut biasanya hanya bersifat simtomatis, artinya tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi keluhan-keluhan. Penyembuhan dapat terjadi agak lama sekitar 2 minggu hingga 1 bulan, dan keluhan akan membaik dengan sendirinya. 
    Bila ternyata hepatitis B kronik, dapat dipertimbangkan pemberian obat antiviral. Hal ini tentunya perlu konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis penyakit dalam.
  3. Cara penularannya adalah dengan darah (misalnya dengan transfusi darah, penggunaan jarum suntik bekas orang lain), malalui hubungan seksual dengan pasangan yang membawa virus hepatitis B, atau dengan kontak dengan cairan tubuh penderita (air liur, air seni) tapi cara penularan yang terakhir ini jarang terjadi. Selain itu, penularan hepatitis B dapat pula didapat dari ibu saat anak masih di dalam kandungan.
  4. Agar tidak menularkan ke orang lain, kami menyarankan untuk tidak mendonorkan darah, berhubungan seksual dengan menggunakan kondom, memisahkan perlengkapan sehari-hari yang berhubungan dengan cairan tubuh (peralatan makan dan minum, wc).

Saran kami adalah Anda dan istri memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam. Dokter ahli akan menentukan apakah Anda dan istri membutuhkan pengobatan antivirus atau tidak. Ada baiknya juga diperiksa fungsi hati apakah normal atau tidak.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar