Sukses

Hiperprolaktinemia

16 Oct 2014, 13:23 WIB
Wanita, 20 tahun.
Dokter, terima kasih atas jawaban yang diberikan tentang pertanyaan saya mengenai HiperProlaktinemia. Menindaklanjutan pertanyaan yang anda berikan, saya akan menceritakan rekam medis saya. Pada bulan oktober 2010 saya pergi kedokter spesialis kandungan untuk menanyakan penyebab mengapa saya tidak menstruasi selama 7 bulan sejak bulan maret 2010. Pada pemeriksaan USG tidak terindikasi adanya Janin (saya memang tidak pernah melakukan hub.sex sblmny dok, karena saya belum menikah).Sang perawat, saat itu memeriksa puting saya, dan mengeluarkan ASI. Beliau menyarankan saya untuk tes prolaktin di lab, dan hasil kadar prolaktin saya 140,1. Beliau mengatakan saya mengalami Hiperprolaktin.dokter kemudian menyarankan saya untuk me-roentgen bagian kepala untuk mengetahui apakah terdapat tumor. Hasilnya negatif. Dan akhirnya dokter memberikan obat "Cripsa" untuk menurunkan kadar prolaktin. Bulan nopember prolaktin saya turun menjadi 75,48 dan saya menstruasi kembali , kemudian pada bulan desember prolaktin saya 53,21. Saya menstruasi dengan normal hingga januari 2011. Sejak itu saya tidak mengkonsumsi obat tsb, dan menghentikan uji lab. Namun dok, menstruasi saya tidak normal kembali sejak bulan maret 2011. saya tidak merasakan gejala yang cukup parah, akan tetapi terkadang saya merasakan payu dara saya sedikit sakit. Apakah Hiperprolaktin ini juga ada hubungannya dengan berat badan saya yang berlebih dok?(TB 151cm, BB 61kg). Apakah saya harus melanjutkan untuk mengkonsumsi obat? Jika sudah pada taraf normal, apakah saya dapat menstruasi secara normal kembali? Bisakah saya mempunyai anak jika kelak saya menikah?
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter


 

Ibu/ Saudari yang Terhormat.

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

 

 

 

Anda mengalami apa yang disebut amenorea sekunder, artinya sebelumnya pernah haid normal tetapi kemudian tidak haid lagi. Pada pemeriksaan ternyata ditemukan adanya galaktorea (keluarnya cairan dari puying payudara) yang disebabkan oleh tingginya kadar hormon prolaktin (hormon air susu) disebut hiperprolaktinemia.

Hiperprolaktinemi sering disebabkan adanya semacam tumor di kelenjar anak otak (hipofise) yang disebut "Adenoma" .Jika ukurannya kecil disebut mikroadenoma dan kalau ukurannya besar disebut makroadenoma. Tumor ini bisa dideteksi dengan pemeriksaan CT-scan kepala atau lebih baik lagi dengan pemeriksaan MRI. Kadar hormon prolaktin yang tinggi (normalnya dibawah 25 ng/ml) akan menghambat pertumbuhan sel telur (oosit) di indung telur (ovarium) sehingga tidak ada pematangan sel telur dan tidak terjadi ovulasi (pecahnya sel telur matang), akibatnya tidak terjadi haid yang teratur. Pengobatan hiperprolaktinemi perlu dilakukan supaya fungsi indung telur kembali normal dan siklus haid menjadi teratur. Obat lini pertama yang biasa dipakai adalah golongan "bromocryptin"(misalnya: crypsa,parlodel,dll). Pengobatan ini memang harus dilakukan terus menerus sampai kadar prolaktin menjadi normal supaya bisa terjadi ovulasi dan haid menjadi teratur, sehingga nantinya memungkinkan terjadinya kehamilan alami jika tidak ada problem lain di luar masalah hiperprolaktinemia ini. Sudah tentu dengan menurunkan berat badan yang kelebihan juga akan membantu memperbaiki fungsi indung telur sehingga siklus haid juga akan menjadi teratur dan mengurangi timbulnya komplikasi dalam kehamilan seperti timbulnya gejala sakit gula ('diabetes gestasional') ataupun preeklampsia (keracunan kehamilan).

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

 

 

Salam,

 

Pengasuh Rubrik Kebidanan dan Kandungan

 

dr. Indra N. C. Anwar, SpOG

    0 Komentar

    Belum ada komentar