Sukses

Jantung Vs. Psikosomatis

18 Oct 2014, 04:48 WIB
Wanita, 18 tahun.
Saya perempuan 18 tahun. Tinggi 165cm berat 52kg, Bulan April dada kiri saya sakit, batuk, dan seperti masuk angin. Saya ke dokter dan kata dokter sakit di dada itu karena batuk dan mengangkat beban berat. Bulan Mei dada saya sakit lagi, dan dokter menyarankan untuk thorax. Hasilnya normal. Awal bulan Juli lalu malam2 saya merasa leher saya kayak tertekan lalu tiba2 jantung berdebar keras. Setelah mengatur nafas detak mulai normal namun saya menggigil kedinginan sampai gigi gemeretak. Setelah diberi minyak kayu putih saya merasa lumayan. Beberapa hari setelah itu saya merasa mual dan seminggu setelah itu saya dibawa ke dokter. Kata dokter itu asam lambung saya tinggi. Saya diberi obat dan sembuh. Jumat lalu saya merasa dada kiri agak sedikit sakit dan nafas agak berat. Puncaknya saat hari Senin lalu nafas semakin berat dan jantung berdebar keras lagi, tangan dingin dan juga kesemutan. Saya langsung dilarikan ke UGD dan diperiksa. Dokter mengatakan paru2 saya bersih dan jantung saya juga bagus. Lalu saya dirujuk ke dokter internis. Saya menceritakan ketakutan saya akan penyakit jantung yang mungkin menimpa saya lalu dia mulai memeriksa saya. Dia mengatakan ini tak mengarah ke jantung namun lebih ke gangguan saluran pencernaan. Saya pun diberi obat. Namun hingga kini (rabu), setiap bangun pagi saya masih merasa mual, tenggorokan pahit, nyeri di dada kiri yang timbul hanya beberapa detik lalu segera menghilang, dan nafas yang agak berat. Apakah saya benar2 "hanya" mengidap sakit mag/gangguan pencernaan bukannya jantung? Karena saya takut sekali dengan ancaman penyakit itu. Saya sudah ke 3 dokter (2 dokter umum, 1 internis). Semua menyatakan saya mengidap maag/gangguan pencernaan. Apakah mungkin dokter itu salah diagnosa? Haruskah saya cek lagi?
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Keluhan Anda adalah mual, tenggorokan pahit, nyeri di dada kiri yang timbul beberapa detik lalu menghilang. nafas agak berat.

Bila keluhan Anda adalah nyeri dada maka keluhan nyeri di dada sebelah kiri dapat disebabkan oleh berbagai sebab, diantaranya disebabkan karena gangguan kulit, otot, tulang, paru-paru, jantung, atau pencernaan. Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada  kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina. Bagaimana dengan nyeri dada yang Anda rasakan? Berapa lama biasanya rasa sakit atau nyeri pada dada kiri Anda rasakan?

Nyeri karena masalah otot dan tulang biasanya muncul bila bagian tersebut ditekan, atau muncul dengan perubahan posisi. Nyeri seperti ini membaik dengan antinyeri seperti paracetamol atau obat antiinflamasi lain.

 

Nyeri karena masalah paru-paru biasanya berkaitan dengan tarikan napas, dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti demam, batuk, atau sesak.

 

Nyeri karena saluran pencernaan di daerah dada biasa berhubungan dengan organ lambung (maag) atau esofagus (kerongkongan). Bisa juga menimbulkan rasa asam atau pahit di mulut, dan nyeri ulu hati. Nyeri ini dapat berkurang dengan pemberiaan obat lambung atau maag.

Nyeri dada bisa juga disebabkan oleh masalah psikologis, tetapi ini baru dipikirkan bila masalah-masalah lain sudah bisa disingkirkan.

Jika Anda telah menjalani serangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang terkait dengan dokter Anda dan tidak didapatkan kelainan secara fisik terkait keluhan Anda maka masalah yang Anda alami mungkin adalah gangguan psikosomatis.

Gangguan psikosomatis adalah terjadinya keluhan fisik namun tidak ditemukan adanya gangguan fisikal yang dapat menjelaskan penyebab dari keluhan tersebut. Sindroma ini diklasifikasikan sebagai bagian dari neurotik, gangguan yang berkaitan dengan stres, dan gangguan somatoform oleh World Health Organization. Keluhan Anda mengarah ke psikosomatis bila tidak ditemukan kelainan baik fisik maupun pemeriksaan fisik dan penunjang pada Anda. Selain itu keluhan Anda tidak membaik dengan berbagai obat-obatan yang sudah diberikan.

Pengobatan psikosomatis merupakan integrasi berbagai bidang ilmu seperti psikiatri, psikologi, neurologi, dan berkaitan dengan bidang keluhan Anda yaitu penyakit dalam. Sebelumnya harus dicari terlebih dahulu apa pencetus dari psikosomatis ini, apakah faktor stres, depresi, atau penyakit kronik yang membuat seseorang menjadi depresi (kanker, asma, ulkus peptikum, stroke) atau malah ketakutan bila mengidap penyakit tertentu.

Jika memang hasil pemeriksaan jantung Anda menunjukkan hasil yang normal, maka tidak ada masalah dengan jantung Anda. Gangguan cemas memang dapat memberikan gejala berupa sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar, keringat berlebih, dsb. Jika Anda selalu diliputi ketakutan maka apapun aktivitas yang Anda lakukan, Anda akan mengalami keluhan-keluhan yang memberatkan Anda.

 

Saat ini kami sarankan Anda mengunjungi dokter penyakit dalam terlebih dahulu untuk pemeriksaan menyeluruh, atau Anda dapat membawa hasil pemeriksaan Anda yang terdahulu sebagai informasi untuk dokter dan kemudian dokter spesialis psikiatri untuk konsultasi lebih lanjut dan pemberian obat. Dokter akan membantu Anda dengan mendengarkan keluhan Anda dan membantu Anda mencari penyelesaian yang tepat untuk keluhan Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter



    0 Komentar

    Belum ada komentar