Sukses

Cairan Semen dan Kehamilan

16 Oct 2014, 13:23 WIB
Pria, 25 tahun.
mau tanya pada yang lebih ahli pada bisangnya....saya pasangan baru menikah & belum pengin punya anak & pengen pcran trlbih dahulu...namun beberapa hari yang lalu saya dan pasangan sedang mandi di pantai dan tidak sengaja Mr. P saya mengeleurkan semen (*)pada waktu itu saya sedang berpelukan dg pasangan namun masih berpakaian lengkap .....apakah hal itu berkemungkinan semen (*) saya masuk dalam Mrs. V pasangan..pakah bisa terjadi pembuahan..mohon pencerahan dari yang lebih ahli....maklum pasangan baru..
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kehamilan kemungkinan besar dapat  terjadi jika terjadi penetrasi penis ke dalam vagina dan terjadi ejakulasi.  Namun bila wanita sedang tidak dalam masa subur, maka kecil kemungkinan terjadi kehamilan. Pada aktivitas perangsangan seksual seperti petting, di mana tidak terjadi penetrasi maka tidak terdapat kemungkinan terjadinya kehamilan.  Bila ejakulasi terjadi di luar, maka kemungkinan terjadinya kehamilan sangat kecil. Sperma dalam udara terbuka hanya dapat bertahan hidup sebentar (5 detik) sehingga tidak berpotensi menyebabkan kehamilan. Sperma yang telah berada di udara luar lebih dari 5 detik tidak berpotensi menyebabkan kehamilan.

 

Kehamilan terjadi akibat adanya pembuahan sel telur wanita oleh sperma pria. Pembuahan tersebut terjadi di dalam saluran reproduksi wanita yaitu tuba falopii. Untuk mencapai saluran tersebut, sperma akan "berenang" dari lubang kemaluan atau vagina wanita ke atas, melewati rahim.  


Jika sperma dikeluarkan di luar vagina, meskipun menempel pada celana dalam Anda, tetap sulit untuk menyebabkan terjadinya kehamilan. Sperma membutuhkan mediasi untuk berenang dari vagina ke dalam rahim agar terjadi kehamilan. Apabila mediasi/cairan tersebut tidak ada, bahkan terdapat barier/tahanan dari celana dalam Anda, maka tidak mungkin dapat terjadi kehamilan. Kehamilan hanya dapat terjadi jika hubungan intim dilakukan dengan adanya penetrasi kemaluan pria (penis) ke dalam vagina.

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar