Sukses

Stroke Mini 2

19 Oct 2014, 03:25 WIB
Pria, 62 tahun.
Dear Klik Dokter, Terima Kasih atas Jawaban Sebelumnya di Judul "Stroke Mini" Ayah saya memang Memiliki Riwayat Hipertensi sejak lama, Beliau pernah memiliki Tensi Tertinggi 200/120 sekitar 8 tahun yg lalu, Beruntung Tuhan masih sayang kepada Beliau. Kemarin sempat Cek Tensi Hasilnya 160/90. keluhan ini dirasakan baru kemarin pagi. Gejalanya hanya kepalan tangan kanan saja yg tidak bisa menggenggam, yg kiri Normal dan agak kesulitan berbicara. Terima Kasih.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang Terhormat.

Terima kasih atas kesetiaan Anda menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Jika ayah Anda memiliki riwayat hipertensi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter karena hipertensi, apalagi dengan tensi 160/90, merupakan salah satu faktor terjadinya stroke. Jika telah terjadi stroke mini maka kemungkinan untuk terjadi "silent stroke" menjadi lebih tinggi. Apakah ayah Anda mengonsumsi obat untuk hipertensi? Kami sarankan Anda segera membawa ayah Anda ke dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis saraf untuk penanganan pencegahan stroke.

Upaya pencegahan stroke yang dapat dilakukan antara lain :

1.    Menjalankan gaya hidup sehat dengan cara:

  • menghindari : rokok, stres mental, alkohol, kegemukan, konsumsi garam berlebih

  • mengurangi : kolesterol dan lemak dalam makanan

  • mengendalikan : hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, penyakit sumbatan pembuluh darah

  • menganjurkan : asupan gizi seimbang dan olah raga teratur

2.    Secara rutin berkunjung ke dokter spesialis saraf untuk kontrol

3.    Mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter spesialis saraf

 

4.    Dukungan dan peran serta keluarga yang optimal

Untuk pengaturan diet kami sertakan beberapa tips makan makanan rendah garam:

  • Hindari memasak dengan garam atau menambahkan garam pada makanan.
  • Hindari makanan yang tersedia dalam bentuk kalengan serta makanan-makanan kudapan (snack), mie rebus.
  • Roti yang dimakan sebaiknya berupa roti gandum, bukan roti putih. Dalam makan roti hindari penggunaan margarin dan keju. Sereal pun sebaiknya dihindari.
  • Jika memang mau makan makanan sediaan kaleng, bilas dulu makanan tersebut untuk mengurangi kadar sodiumnya.
  • Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran. Minum jus buah setiap hari. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah-buahan mengurangi risiko terjadinya stroke.
  • Memilih makanan yang tinggi karbohidrat atau banyak tepung dan serat seperti gandum.
  • Minum susu yang rendah lemak.
  • Gunakan minyak yang mengandung lemak tak jenuh
  • Konsumsi ayam tanpa kulit, ikan, putih telur sebagai pengganti daging, jerohan (otak, babat) dan kuning telur. (daging maksimal 3x/minggu, telur maksimal 3 butir/minggu)
  • Kurangi makanan yang banyak mengandung gula seperti es krim, cokelat, soft drink, gula-gula
  • Kurangi memasak dengan cara menggoreng. Perbanyak makanan rebus, kukus, memanggang, menumis dengan minyak lemak tak jenuh, dan membakar

Bagaimana dengan kadar kolesterol Ayah Anda? Untuk mengendalikan kadar kolesterol dalam darah, Anda dapat menerapkan panduan diet sebagai berikut:

  1. Rendah kolesterol, jangan terlalu banyak makan telur dalam seminggu.
  2. Rendah kalori
  3. Hindari konsumsi lemak jenuh: Lemak hewani: daging sapi, kambing, babi, susu full cream atau susu murni, jerohan, mentega, keju. Lemak nabati: minyak kacang, minyak kelapa sawit, minyak cokelat
  4. Makan dalam porsi sedikit namun sering

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bemanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar