Sukses

Haid Tak Teratur

16 Oct 2014, 13:23 WIB
Wanita, 21 tahun.
dok aku mau tanya nich, aku dari awal mens udah ga teratur, kadang 1-2 bulan sekali, beberapa bulan kemaren aku sempet ke dokter kandungan, dokternya sih bilang ga ada masalah ma rahimnya, katanya cuma masalah hormon, dan aku di kasi obat buat biar haid.. setelah itu dapet obat itu haid aku lancar tiap bulanya, tapi 2 bulan belakangan ini, hai aku sebulan itu dua kali, tapi yang biasanya seminggu jadi nya cuma 1-2 hari aja.. yang pengen aku tau, ada hubungannya gak sih dok antara haid yang ga lancar dengan kesuburan?? trus apa kemungkinan aku itu bisa jadi mandul??? juga apa ya yang nyebabin sebenernya haid aku ga lancar?? makasi sebelumnya dok..
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

 

Siklus menstruasi normalnya berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari.  Dalam dunia medis, apa yang Anda alami disebut dengan oligomenorea. Oligomenorea adalah suatu keadaan dimana siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari. Sedangkan siklus menstruasi kurang dari 21 hari disebut polimenore.

 

Adapun siklus menstruasi tidak teratur umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

  • Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) > 30
  • Malnutrisi (kurang gizi)
  • Stres psikologis
  • Atlet
  • Kekurangan vitamin K
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Kelainan pembekuan darah
  • Gangguan hormon tiroid
  • Kelainan pada kandung telur (PCOS)
  • Dan lain sebagainya

Umumnya oligomenorea/polimenore tidak menyebabkan masalah, namun pada beberapa kasus oligomenorea dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Bagaimana dengan Anda? Adakah salah satu penyebab di atas yang terjadi pada Anda?

 

 

Siklus haid tidak teratur biasanya juga berarti terdapat gangguan fungsi indung telur (ovarium) yang umumnya karena gangguan hormonal. Oleh karena itu sebaiknya dilakukan pemeriksaan hormon basalnya (dari darah) yang dilakukan pada hari ke 3-5 dari siklus haid untuk mengetahui kelainan hormonalnya supaya dapat dilakukan pengobatan yang tepat. Jika siklus haid tidak teratur (siklus anovulasi/tidak ada telur yang tumbuh) maka tentu tidak bisa terjadi kehamilan. Umumnya dengan memperbaiki fungsi indung telur, biasanya dengan obat-obatan untuk merangsang pertumbuhan telur, maka kemungkinan hamil cukup baik. Jika dengan pemberian obat-obatan tersebut sel telur dapat tumbuh tetapi belum terjadi kehamilan, maka bisa diulang selama 6 siklus haid. Jika tetap belum terjadi kehamilan maka perlu dilakukan evaluasi mengenai kemungkinan adanya masalah yang lain dari fungsi organ reproduksinya.

 

Kami sarankan, sebaiknya Anda tetap mengonsultasikan diri ke dokter kebidanan dan kandungan. Jika memang terdapat ketidakseimbangan hormon, dokter memang akan memberikan terapi hormonal yang akan disesuaikan dengan jenis hormon yang mengalami gangguan.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar