Sukses

Penanganan Kejang Demam

18 Nov 2014, 22:00 WIB
Wanita, 31 tahun.

Selamat siang, dok! Dokter saya mau bertanya, bagaimana cara penanganan balita yang terkena step/kejang demam? Benarkah jika anak/balita yang sering terkena step sel-sel otaknya bisa rusak? Adakah upaya pencegahan kerusakan sel otak tersebut? Mohon penjelasannya. Terimakasih.

Terima kasih Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal >38°C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranial. Kejang demam adalah suatu kejadian pada bayi atau anak, biasanya terjadi antara umur 6 bulan - 5 tahun. Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian kejang demam kembali tidak termasuk dalam kejang demam.

 

Kejang dapat menyebabkan gangguan pada otak mulai dari gangguan nutrisi ke otak, gangguan suplai oksigen ke otak, dan sebagainya bila terjadi berulang dan dalam waktu lama. Bila terdapat gangguan yang cukup berarti pada otak maka dapat timbul gangguan mulai dari gangguan tumbuh dan kembang anak, gangguan perilaku, gangguan belajar, cacat fisik, cacat mental, hingga kematian. Untuk menjaga terjadinya kerusakan sel otak tentunya dapat kita lakukan dengan mencegah terjadinya kejang. Untuk mencegah kejang demam adalah dengan mencegah suhu tubu anak terlalu tinggi. Selain mencoba menurunkannya dengan obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen, Anda juga dapat mengompres seluruh badannya (tidak hanya kepala) dengan air hangat. Namun, kompres harus diperas dan direndam di air hangat kembali secara teratur. Tidak boleh hanya ditinggal begitu saja karena jika ditinggal terlalu lama akan menjadi dingin.

Berikut penanganan awal jika anak terjadi kejang:

  • Yakinkan jalan nafas anak lancar:
  • Miringkan posisi tubuh anak dengan kepala sejajar.Tujuanya, agar dia tidak menelan kembali muntahannya sendiri, karena dapat mengganggu pernafasan.
  • Longgarkan baju, sehingga bisa bernafas dengan leluasa
  • Jangan mengganjal mulut anak misalnya dengan meletakkan kain, sendok atau jari tangan diantara gigi balita. 
  • Pindahkan benda-benda keras dan tajam yang ada di dekat balita.
  • Setelah anak sadar segera bawa ke dokter dan beritahu kepada dokter berapa waktu serangan kejang dan berapa kali dan apakah setelah kejang anak sadar atau tidak.

Jika Anda memiliki anak dengan riwayat kejang, baik kejang demam ataupun karena penyebab lain, sebaiknya Anda mengkonsultasikan keadaannya kepada dokter spesialis anak Anda. Untuk pembahasan lengkapnya kami sertakan artikel mengenai EpilepsiKejang Pada Anak dan Kejang demam untuk menambah informasi bagi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar