Sukses

Alergi Susu Sapi?

20 Oct 2014, 06:11 WIB
Wanita, 33 tahun.
mau tanya dok anak saya umur 4 bulan bb lahir 2,4 tp sekarang sdh 5,2 sejak usia 2 mingguan sering muntah lewat hidung juga sdh ke DSA, katanya alergi dingin, karena kebetulan saya dan suami alergi dingin juga dan tinggal ditempat yg lumayan dingin juga, dan msh ASI exclusif selama 2 bulan seiring bertambahnya usia frekuensinya sdh menurun krn kerja dan ASI saya juga berkurang terpaksa saya tambahkan susu formula nutrilon royal, atas rekom DSA ganti enfamil HA, tapi malah salah beli dok kita kasih enfamil masih muntah meskipun frekuensinya berkurang , enfamil A+ tmbh sering muntahnya, saya ganti Nutrilon Soya msh muntah juga meskipun jarang, ke DSA lagi suruh ganti nan HA msh muntah 1-2 kali sjk diberikan selama 3 hari, babnya cm 1 kali sehari dan encer kaya air (mencret) dan berbau tdk enak, padahal pemberian susu formulanya cuma 2 botol sehari sbg tambahan krn stok asi saya terbatas, pipinya juga merah2 kaya biang keringat, nafas grok2, sering cegukan dan mengejan smp pusat kaya balon kecil..kenapa dg bayi saya ya dok, apa yg hrs kami lakukan
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang anda rasakan mengenai kondisi anak Anda. Nampaknya anak Anda mengalami alergi susu sapi, namun hal ini tetap memerlukan konfirmasi melalui pemeriksaan langsung.

Alergi adalah reaksi hipersensitivitas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi memang biasanya terjadi pada anak dari orang tua yang juga memiliki alergi (genetik).  Anak yang tidak mendapatkan ASI memang lebih berisiko untuk mengalami alergi susu sapi dibandingkan anak yang mendapatkan ASI eksklusif.

Alergi susu sapi adalah reaksi alergi yang melibatkan antibodi IgE terhadap satu atau lebih fraksi protein yang terdapat dalam susu. Alergi susu sapi sering dikacaukan dengan intoleransi lakstosa oleh karena gejalanya yang serupa. Bagaimanapun, intoleransi laktosa dan alergi susu sapi tidak berhubungan. Alergi susu sapi merupakan reaksi alergi yang dipicu oleh sistem imun, sedangkan intoleransi laktosa adalah masalah yang disebabkan oleh sistem pencernaan.

Alergi susu sapi adalah reaksi alergi sejati yang dapat dideteksi dengan challenge test dilakukan bukan untuk mengatasi alergi, namun untuk mengetahui/menkonfirmasi adanya alergi susu sapi pada anak. Salah satu cara mendiagnosis alergi susu sapi yang tepat adalah dengan challenge test. Anak akan disuruh untuk berhenti mengkonsumsi susu formula selama kira-kira 1 minggu, kemudian dokter akan menyuruh anak untuk menkonsumsi kembali susu tersebut. Jika timbul reaksi alergi yang sama, maka diagnosis alergi susu sapi dapat ditegakkan.

Apabila anak Anda benar menderita alergi susu sapi, sebaiknya anak Anda menghindari segala makanan yang berbahan dasar susu sapi seperti keju, biskuit susu, dsb. Sebagai alternatif, susu kedelai, susu beras, dan susu nabati lain dapat menggantikan susu sapi, namun perlu diketahui bahwa 20% anak yang alergi susu sapi juga memiliki alergi terhadap susu kedelai .Satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi alergi adalah dengan menghindari alergen penyebab. Gantilah susu yang dikonsumsi anak Anda dengan susu lain yang lebih hipoalergenik (HA). Protein susu sapi dapat menimbulkan alergi yang menetap sampai akhir masa anak-anak. Meskipun demikian, biasanya alergi susu sapi akan hilang dengan sendirinya seiring dengan matangnya saluran pencernaan bayi (pada usia 2-3 tahun)

Anak yang alergi susu sapi jika dipaksa untuk mengkonsumsi makanan yang memicu alerginya (susu formula biasa) akan mengalami reaksi alergi yang terus menerus. Timbulnya reaksi alergi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi anak dan membuat anak menjadi lebih rewel. Lebih lanjut, hal tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

Disamping itu, bayi yang mengalami alergi jika tidak dilakukan usaha untuk mengatasinya maka saat dewasa akan mudah terkena alergi seperti asma atau alergi hidung (rhinitis). Kejadian alergi ini dapat sangat mengganggu aktifitas sehingga mampu menurunkan kualitas hidupnya kelak. Karena itu, intervensi sejak dini perlu dilakukan untuk mencegah berlanjutnya proses alergi menjadi yang lebih berat (asma atau rhinitis)

Untuk informasi lengkap mengenai Alergi Susu Sapi pada Anak, kami sertakan artikel berjudul:

Gejala Klinis Alergi Susu Sapi

Kenali Gejala Alergi Susu Sapi

Soya Bukan Solusi Mengatasi Alergi Susu Sapi

Kami sarankan Anda kembali mengunjungi DSA Anda untuk mengkonsultasikan hal ini sehingga DSA Anda dapat melakukan pemeriksaan langsung, memberikan penanganan yang optimal dan melakukan pemantauan terhadap kondisi anak Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar