Sukses

Kalori dan Kolesterol

17 Nov 2014, 17:29 WIB
Wanita, 21 tahun.

dokter sya mw tanya apakh hubungan kalori yang kita konsumsi dengan adanya kolesterol

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kolesterol dan kalori adalah dua hal yang memiliki fungsi berbeda meski keduanya bisa bersumber dari makanan. Keduanya diperlukan tubuh tapi jika dikonsumsi dalam berlebihan bisa berkontribusi terhadap penyakit kronis.

Secara kebetulan, banyak makanan yang tinggi kolesterol juga tinggi kalori. Hal ini karena makanan kolesterol tinggi cenderung tinggi lemak, dan lemak memiliki kalori paling tinggi.

Tidak semua makanan mengandung kolesterol tapi semua makanan memiliki kalori. Kolesterol hanya ditemukan dalam produk hewan seperti kuning telur, daging merah, jeroan, unggas, kerang, krim dan produk susu.

Sedangkan kolesterol merupakan substansi lunak, seperti lemak yang ditemukan di dalam darah dan di seluruh sel tubuh. Kolesterol memainkan peranan penting di dalam tubuh karena kolesterol berperan di dalam produksi membran sel dan beberapa jenis hormon. Meskipun begitu, terlalu banyak kolesterol di dalam darah merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner (yang dapat menyebabkan serangan jantung) dan stroke. Hiperkolesterolemia adalah istilah medis untuk kadar kolesterol tinggi di dalam darah.

Kolesterol tidak dapat larut di dalam darah, karena itulah kolesterol harus ditransportasikan ke dan dari sel dengan pembawa yang disebut sebagai lipoprotein. Low-density lipoprotein, atau  LDL dikenal sebagai ‘kolesterol jahat’ sedangkan High-density lipoprotein, atau HDL dikenal sebagai ‘kolesterol baik’. Dua jenis asam lemak ini  bersama dengan trigliserida dan kolesterol Lp (a) akan membuat perhitungan kolesterol total yang dapat diperiksa melalui pemeriksaan darah.

Kadar kolesterol dalam tubuh :

Kolesterol LDL
 
<100 Optimal
100-129 Dekat optimal/di bawah optimal
130-159 Borderline Tinggi
160-189 Tinggi
>190 Sangat Tinggi
Kolesterol Total  
<200 Yang disarankan
200-239 Borderline Tinggi
> 240 Tinggi
Kolesterol HDL  
<40 Rendah
> 60 Tinggi

 

Kolesterol tinggi adalah faktor risiko yang dapat dikontrol untuk Penyakit Jantung Koroner (PJK), serangan jantung, dan stroke. Sermakin tinggi kadar kolesterol, semakin tinggi risiko menderita PJK dan stroke. Apabila kita memiliki faktor risiko lain (hipertensi, diabetes) setinggi kolesterol, maka risikonya semakin meningkat. Semakin banyak memiliki faktor risiko, maka semakin besar kemungkinan untuk mengalami PJK.

Kolesterol LDL yang terlalu tinggi di dalam darah dapat mengakibatkan terbentuknya sumbatan pada pembuluh darah yang mendarahi jantung dan otak. Bersama dengan substansi lainnya, kolesterol dapat membentuk plak atau sumbatan yang dapat menyempitkan pembuluh darah arteri dan membuat arteri tidak fleksibel. Kondisi ini dikenal dengan aterosklerosis. Apabila sumbatan ini memblok arteri yang menyempit tersebut, maka serangan jantung atau stroke dapat terjadi.

Untuk membantu menurunkan kadar kolesterol, Anda sebaiknya mengurangi atau sama sekali tidak mengonsumsi lemak jenuh dan trans fat serta menggantinya dengan lemak tak jenuh (monounsaturated atau polyunsaturated fat). Anda juga sebaiknya mengurangi jumlah asupan lemak per harinya. The American Heart Association merekomendasikan asupan kolesterol perhari kurang dari 300 mg. Apabila memiliki penyakit jantung, asupan kolesterol sebaiknya kurang dari 200 mg.

Minumlah minyak ikan secara teratur. Minyak ikan banyak mengandung lemakpoliunsaturated atau yang dikenal dengan omega-3 yang dapat menurunkan kadar trigliserida dan mencegah pembekuan (clotting) darah, dan membantu mengatur irama jantung.

Makanlah makanan dengan kandungan serat tinggi. Makanan yang kaya akan serat (10-25 g/hari) diantaranya adalah kacang-kacangan, kacang polong, gandum, buah, dan sayuran yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar