Sukses

Bayi Kuning

16 Oct 2014, 13:23 WIB
Wanita, 29 tahun.
Dokter, sewaktu usia 3 hari, kadar bilirubin bayi saya 11,7 dan dilakukan terapi sinar selama 1 hari, kemudian turun menjadi 8,6 pada usia 4 hari. Setelah dibawa pulang 2 hari, bayi saya mulai terlihat kuning lagi, padahal saya sudah jemur setiap jam 7 pagi selama kurang lebih 15 menit. Hanya saja menurut perasaan saya bayi saya agak malas menyusu, apalagi siang hari, tidur terus. ASI saya sendiri baru keluar setelah hari ke tiga, dan sekarang produksi nya masih sedikit (hasil perahan 1 payudara sehari kurang dari 50 ml). Saya ingin bertanya: 1. Apakah kuningnya itu merupakan indikasi kalau dia kurang menyusu? 2. Berapa ml kira-kira kebutuhan bayi menyusu dalam satu hari? 3. Bagaimana penanganan terhadap gejala kuning selain dengan terapi sinar, dijemur dan banyak menyusu? Mohon tanggapannya, terima kasih banyak.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Untuk memantau warna kuning pada bayi, perhatikan bagian mata bayi. Jika putih matanya berubah kuning, berarti bayi mengarah ke kuning. Kuning menjalar dari sekitar wajah ke seluruh tubuh. Perhatikan pula warna urin bayi, bila warnanya kuning tua atau cokelat, kemungkinan kadar bilirubinnya sudah sangat tinggi. Orangtua harus segera membawa bayi ke rumah sakit bila bayi tidak aktif, sering mengantuk, lemas, demam, dan tidak mau minum.  Warna kuning pada bayi dengan ikterus neonatorum (kuning pada bayi) biasanya menghilang pada hari ke-7 hingga hari ke-10.

Bagaimana dengan bayi Ibu?

Jumlah ASI yang normal diproduksi pada akhir minggu pertama setelah melahirkan adalah 550 ml per hari. Dalam 2-3 minggu, produksi ASI meningkat sampai 800 ml per hari. Jumlah produksi ASI dapat mencapai 1,5-2 L per harinya. Jumlah produksi ASI tergantung dari berapa banyak bayi menyusu. Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak hormon prolaktin dilepaskan, dan semakin banyak produksi ASI. Memang dalam masa menyusui eksklusif seharusnya tidak ada pembatasan untuk menyusui dan dianjurkan untuk menyusui setiap kali bayi mau.

Penanganan dengan fototerapi (sinar biru) dilakukan jika kadar bilirubin tinggi. Penjemuran dapat dilakukan jika kadar bilirubin sudah tidak terlalu tinggi. Bila kadar bilirubin tidak terlalu tinggi maka menyusui dapat membantu. Ketiganya memiliki manfaat untuk mengurangi gejala kuning pada bayi.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar