Sukses

BAB dan ASI pada Bayi

19 Oct 2014, 21:04 WIB
Wanita, 33 tahun.
dok anak saya umur 2 bln beratnya sekitar 5.5 kg, berat lahir 3.2 kg, saya ada beberapa pertanyaan : 1. Kenapa frekwensi BAB-nya berkurang belum tentu sehari skali, itu disebabkan karena apa, padahal dia minum susu tiap 4 jam skali dg takaran sekali minum 120 ml atau sehari 5-6 kali, tetapi dia tidak rewel atau perutnya kembung. 2. Apakah pemberian air madu hangat sebanyak 50 ml setiap habis minum 3 botol susu atau sehari 2 kali dan ditambah air putih hangat itu bagus atau tidak? 3. Apakah bagus memberikan bubur susu tetapi dg takaran yg encer pd usia 2 bln? mengingat dia slalu menggigit tangan dan selalu merasa kurang setiap habis minum susu ketika dilepas dotnya selalu nangis. terima kasih
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

Anda tidak perlu khawatir selama bayi anda tetap tampak sehat, berat badan tetap bertambah, perut tidak kembung dan bayi Anda tidak rewel. Memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar:

·         Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.

·         Kemungkinan berikutnya adalah pembuatan susu formula yang terlalu pekat atau kental. Untuk mengatasinya, Anda dapat memberikan lebih banyak cairan dan mengencerkan susu yang diminumnya. Belum BAB 3 hari masih tergolong normal.

·         Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi Anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa bayi Anda ke dokter anak.

Tidak ada masalah dengan pemberian Air madu setiap setelah minum susu. Meskipun demikian, kami sangat menyarankan bayi usia  2 bulan untuk diberikan ASI eksklusif. Apakah bayi Anda diberikan susu formula? Adakah masalah sehingga Ibu tidak dapat memberikan ASI bagi bayi Ibu?

ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol bulan sampai 6 bulan. Menurut panduan WHO terbaru diberikan selama 6 bulan pertama tanpa makanan tambahan apapun karena nutrisi yang dikandungnya sudah mencukupi untuk 6 bulan pertama kehidupan. Penelitian-penelitian terbaru menemukan berbagai manfaat ASI yang tidak terkira sehingga diperolehlah rekomendasi ASI Eksklusif 6 bulan.

Apabila bayi diberikan makanan tambahan di bawah usia 6 bulan, maka ada kemungkinan bayi dapat mengalami gangguan pencernaan maupun alergi. Hal ini disebabkan sistim pencernaan bayi yang masih belum sempurna dan begitu pula sistim kekebalan tubuh pada bayi. Invaginasi atau salah satu penyakit pada bayi yaitu usus bayi masuk ke dalam ususnya yang lain akibat pengenalan makanan padat sebelum waktunya dapat mengancam nyawa bayi. Invaginasi membutuhkan terapi operasi.

Ketimbang memberikan susu formula, akan lebih baik jika bayi diberikan ASI karena manfaat yang banyak bagi bayi dan Ibu.

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga dapat membantu (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar