Sukses

Kanker Nasofaring

11 Nov 2014, 22:12 WIB
Pria, 23 tahun.

Dok, aku mau minta profil tentang karsinoma nasofaring / kanker nasofaring / kanker THT.. baik dari gejala sampai penanggulangannya dok.. soalnya data yang ada di web masih simpang siur,,

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi KlikDokter.

 

Kanker Nasofaring (KNF) merupakan tumor ganas daerah kepala dan leher yang terbanyak ditemukan di Indonesia. Diagnosis dini cukup sulit dilakukan karena letaknya yang tersembunyi dibelakang langit-langit rongga mulut dan terletak dibawah dasar tengkorak serta berhubungan dengan banyak daerah penting di dalam tengkorak maupun ke leher. Oleh karena itu, KNF tidak mudah diperiksa oleh mereka yang bukan ahli, seringkali tuor ditemukan terlambat dan menyebabkan penyebaran ke leher, sehingga lebih sering ditemukan sebagai gejala pertama.

sudah hampir dapat dipastikan bahwa penyebab KNF adalah virus Epstein-Barr, karena pada semua pasien KNF ditemukan adanya peningkatan antibodi (sistem kekebalan tubuh) yang spesifik terhadap virus tersebut. Tetapi virus ini bukan satu-satunya faktor, karena banyak faktor lain yang sangat mempengaruhi kemungkinan timbulnya tumor ini, misalnya;

  • KNF lebih seing ditemukan pada laki-laki, apa sebabnya belum dapat diungkapkan dengan pasti, mungkin ada hubungannya dengan faktor genetik, kebiasaan hidup, pekerjaan, dll.
  • Faktor lingkungan, yaitu iritasi bahan kimia, asap
  • Kebisaan masak dengan bumbu masak tertentu, makan makanan terlalu panas, makanan yang diawetkan, dll.

Gejala KNF dapat dibagi dalam 4 kelompok, yaitu;

  1. Gejala nasofaring sendiri, berupa mimisan ringan atau hidung terasa tersumbat
  2. Gejala pada telinga, yaitu suara mendesis, rasa tidak nyaman ditelinga sampai rasa nyeri.
  3. Gejala mata dan saraf, yaitu penglihatan ganda dan nyeri saraf dibagian wajah.
  4. Gejala di leher, berupa benjolan yang membuat pasien akhirnya datang untuk berobat.

Radioterapi masih merupakan pengobatan utama. Pengobatan tambahan yang dapat diberikan dapat berupa pembedahan benjolan dileher, pemberian antibiotik tetrasiklin, vaksin dan antivirus, dan kemoterapi (sebagai terapi tambahan terbaik). KNF mempunyai resiko terjadinya kekambuhan sehingga pasien harus tetap rutin kontrol hingga 10 tahun setelah pengobatan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar