Sukses

Mencegah Keputihan

19 Oct 2014, 21:23 WIB
Wanita, 26 tahun.
dok, mohon jawaban dari pertanyaan saya : umur saya 26th, telah menikah selama 2 th lebih. sampai saat ini kami blum dikaruniai anak. sebelumnya saya pernah mengalami keputihan yang menahun (Tricomonas) tp alhamdullilah skrg sdh sembuh.b yang saya ingin tanyakan 1. Bagaimana cara agar keputihan saya tidak terjadi lagi? 2. Apakah setiap ketupihan yang abnormal (menahun), cairannya selalu sampai kerahim & indung telur? 3. apa ciri2 saluran tuba yang tersumbat? & bagaimana mengatasinya? 4. Bagaimana posisi berhubungan jika memiliki Rahim yang Antifleksi? & apa ciri2 rahim Antifleksi? 5. Apakah ada sperma yang mengandung kuman? mohon jawabannya dok, terimakasih
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Keputihan atau dalam bahasa medis disebut fluor albus, adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara fisiologis/normal dan secara patologis. Yang dimaksud dengan keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Keluarnya cairan dari vagina merupakan hal yang wajar ditemukan saat hamil. Selama kehamilan terjadi peningkatan produksi dan volume cairan vagina akibat perubahan siklus hormonal di dalam tubuh ibu hamil. Selama cairan vagina tersebut tampak bening (tidak berwarna), tidak berbau, tidak banyak, dan tidak menimbulkan keluhan seperti rasa gatal atau terbakar pada kemaluan, maka tidak perlu dikhawatirkan.
Namun keputihan yang normal dapat menjadi tidak normal apabila kebersihan daerah vagina tidak dijaga. Untuk itu beberapa hal yang harus diperhatikan adalah:

  • Hindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat dan sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab

  • Jika ingin menggunakan panty liner, pilihlah panty liner yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam

  • Hindari penggunaan produk pembersih kemaluan karena dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu

  • Bila membilas setelah buang air kecil, lakukan dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk

Keputihan yang tidak diobati dapat menyebabkan penyebaran infeksi. Namun, jika infeksi yang terjadi tidak menyebar maka tidak menyebabkan kelainan di daerah rahim atau indung telur.

Saluran tuba yang tersumbat dapat diketahui melalui pemeriksaan HSG, yaitu pemeriksaan dengan memasukkan cairan kontras yang dilihat melalui pemeriksaan X-Ray.

Posisi hubungan seksual yang disarankan rahim antefleksi (menghadap ke depan)  adalah dengan posisi suami di atas dan kaki istri diangkat. Rahim antefleksi dapat diketahui dengan pemeriksaan USG.

Sperma dalam cairan ejakulat yang terinfeksi dapat mengandung kuman, misalkan pada penderita penyakit menular seksual.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,                         

 

 

(Redaksi Klikdokter)


 

    0 Komentar

    Belum ada komentar