Sukses

Diet Golongan Darah

16 Oct 2014, 13:23 WIB
Wanita, 20 tahun.
bagaimana cara diet sehat bila dilihat dari golongan darah? kebetulan gol.darah saya ab. karena saya kemaren melihat di toko buku gramedia ada buku diet berdasarkan golongan darah. n kebetulan yang ada cuma gol darah a dan b.. saya tunggu jawaban dari dokter...
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Diet golongan darah diperkenalkan pertama kali oleh Dr. Peter J. D’Adamo. sekitar tahun 1996 di Amerika yang menekankan bahwa diet ini dilakukan berdasarkan golongan darah manusia. Kesimpulan mengenai diet golongan darah ini berdasarkan penelitian-penelitian yang sudah dilakukannya.

 

Penelitian selama bertahun-tahun atas tipe darah menunjukkan bahwa ada efek fisiologis yang muncul akibat lektin yang masuk dalam tubuh. Lektin adalah protein yang terdapat pada umumnya makanan, khususnya biji-bijian dari tanaman polong-polongan.

 

Namun sayangnya teori dan berbagai penelitian yang dilakukan oleh Dr. Peter J. D’Adamo, tidak sesuai kaidah ilmu kedokteran dan tidak termasuk penelitian yang memenuhi kelayakan ilmiah. Sampai saat ini, belum dijumpai hasil penelitian golongan darah dalam publikasi penelitian ilmiah yang diakui dunia medis internasional. Penelitian yang diterima secara ilmiah harus memenuhi berbagai kelayakan penelitian, seperti uji klinis kasus control (double blind study), metodologi penelitian dan sebagainya.

Berdasarkan hal itu maka terapi diet golongan darah adalah salah satu terapi alternatif, meskipun penemunya adalah dokter. Memang harus diakui bahwa mungkin saja terdapat terapi alternatif yang bermanfaat. Sebaliknya masyarakat harus hati-hati, karena jumlah ketidakberhasilan, efek samping dan dampak bahaya terhadap kesehatan belum diketahui secara pasti.

Sikap logis yang bisa dilakukan adalah bagi penganut diet golongan darah bila berhasil boleh saja mengkonsumsi makanan tertentu atau menghindari makanan tertentu. Tetapi harus diingat bahwa belum tentu makanan yang dihindari tersebut mengganggunya. Bila makanan tersebut tidak mengganggu alangkah malangnya nasibnya, karena harus menghindari makan enak dan bergizi yang belum tentu mengganggu tubuhnya.

Tetapi bila ada pengalaman dengan makanan tertentu yang berulang dengan gangguan yang sama sebaiknya dihindari (misal: mengakibatkan alergi). Bila menghindari makanan tertentu harus dicari makanan penggantinya dengan sumber gizi yang sama agar tidak kekurangan gizi, misalnya ikan laut sebagai sumber protein diganti dengan gurame yang juga sumber protein, dan seterusnya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam, 

(Redaksi Klikdokter)

 


    0 Komentar

    Belum ada komentar