Sukses

Keputihan dan Pembersih Vagina

19 Oct 2014, 13:15 WIB
Wanita, 21 tahun.
dok... saya membaca salah satu pertanyaan di rublik kesehatan dan kewanitaan tentang keputihan yang bersifat patologis. Saya takut sekali bisa tertular seperti itu. Pertanyaan saya bagaimana kita bisa tertular keputihan secara patologis ? Bagaimana menghindari dan mengobati nya apabila sudah terkena ? Kemudian saya juga membaca bahwa pemakaian pembersih kewanitaan sangat tidak dianjurkan, namun saat ini saya memakai nya dengan kandungan ph yang sesuai apakah saya dapat terus memakai nya atau tidak ? Terima Kasih dokter.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

 

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

 

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

 

 

 

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

 

 

Keputihan yang normal terjadi dapat juga menjadi abnormal jika wanita tidak menjaga kebersihan. Keputihan patologis dapat juga terjadi karena hubungan seksual. Berikut kami sertakan tips-tips yang perlu Anda lakukan untuk menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:

 

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Sebaiknya, jika Anda tidak mengalami keluhan pada daerah vagina, tidak disarankan untuk menggunakannya terlalu sering karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik pada daerah vagina. Kami sertakan artikel: Membersihkan 'Miss V' dengan Douching, Boleh Tidak?

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar