Sukses

Kolitis dan Fisura Ani

20 Oct 2014, 06:59 WIB
Pria, 37 tahun.
Dear dokter, 7 bulan yang lalu saya operasi ambeien konvensional, hasilnya masih terus terasa sakit di dekat tulang ekor. Beberapa bulan saya nyeri perut dan demem. Dari hasil Colonoscopy saya didiagnosa KOLITIS , detailnya sbb: 1.Sekum, kolon aseden, kolon tranversum dan kolon desenden tampak notmal. 2.Pada kolon sigmoid tampak beberapa bagian mukosa hiperemis dengan lendir berwarna putih. 3.Pada rectum 1 cm dari anus tampak satu polip sessile berukuran 1 cm 4Tampak fisura pada anus. Yang ingin saya tanyakan: 1.Betulkan saya kena kolitis dan bisakah kolitis sembuh total? 2.Apakah polib 1 cm tersebut berbahaya dan bisakah berkembang menjadi kanker? karena dokter saya menyarankan observasi 6 bulan lagi, apa saran dokter? 3.Apakan FISURA dimaksud adalah lipatan pada anus yang menyebabkan sakit ambeien saya? 4.Bisakah sayang yang pernah operasi ambeien konvensional melakukan operasi lagi dengan STAPLER? 5.Bisakah operasi STAPLER sekaligus mengangkat polib saya ataukah harus dengan colonoscopy lagi? Terimakasih.
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudara yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Radang usus besar atau disebut kolitis adalah peradangan akut atau kronik pada membran mukosa dari usus besar. Radang tersebut dapat menyebabkan luka yang disebut dengan ulkus. Radang usus besar dapat menyebabkan nyeri perut, diare, BAB berdarah, mulas, demam, dan nafsu makan berkurang. Bagaimana dengan gejala-gejala yang Anda alami?

Kolitis dapat disebabkan karena infeksi atau proses inflamasi. Pada kolitis karena infeksi dapat diatasi dengan antibiotik sedangkan pada kolitis karena proses peradangan diperlukan penanganan yang lebih spesifik.

Kolitis karena proses peradangan disebut dengan kolitis ulserativa. Kolitis ulserativa merupakan penyakit yang intermiten yaitu terdapat periode di mana gejala-gejala dapat timbul dan terdapat periode di mana gejala-gejala tidak muncul sama sekali. Dan, meskipun terkadang gejala-gejala dapat tidak timbul sama sekali, penyakit ini tetap membutuhkan pengobatan. Penyakit ini dipengaruhi oleh genetik, disebabkan karena terjadinya kelainan pada sistem imun dan dapat dipicu oleh pengaruh lingkungan (stres emosional, sensitivitas terhadap makanan atau produk makanan tertentu, bahkan perasaan stres terhadap penyakit itu sendiri dapat menjadi pemicu kekambuhan).

Penyakit ini memang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikontrol agar gejala-gejalanya tidak timbul dan meningkatkan kualitas hidup. Apakah setelah didiagnosis, suami Anda tetap melakukan kontrol terhadap dokter yang menangani? Kami sarankan suami Anda tetap melakukan kontrol dengan dokter yang menangani.

Memang penyakit ini dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kolon. Sekitar 5% dari penderita kolitis ulserativa akan berkembang menjadi kanker kolon. Namun, risiko ini juga berkaitan dengan durasi terjadinya penyakit dan seberapa luas bagian usus besar yang terlibat. Semakin luas daerah yang terlibat maka risiko meningkatnya kejadian kanker kolon akan semakin besar. Adanya polip juga dapat meningkatkan kejadian kanker kolon.

Terkadang, penyakit ini dapat cukup membuat khawatir dan terbeban. Namun, Anda sebaiknya tidak perlu terlalu mengkhawtirkannya. Yang perlu diperhatikan oleh suami Anda adalah pengendalian diet dan stres untuk mencegahnya timbulnya atau perburukan gejala.

Beberapa makanan dapat memperburuk gejala, berikut adalah beberapa tips untuk mengendalikan diet penderita kolitis ulserativa:

  1. Batasi produk-produk susu. Bila mengalami intoleransi laktosa, maka konsumsi produk susu akan memperparah gejala kolitis.
  2. Batasi makanan-makanan berserat, seperti buah-buahan atau sayur-sayuran. Sebaiknya direbus, dikukus, ditumis atau dipanggang sebelum dimakan. Hindari mengkonsumsi yang mentah.
  3. Hindari makanan yang dapat memperburuk gejala, seperti makanan-makanan yagn cenderung menimbulkan gas dalam perut: kacang-kacangan, kol dan brokoli, buah-buah mentah, popcorn, alkohol, kafein, dan minuman berkarbonasi.
  4. Sebaiknya makan dalam jumlah sedikit tapi sering. Lebih baik makan 5-6 kali sehari dalam jumlah kecil ketimbang makan 3 kali sehari dalam jumlah besar.
  5. Minum banyak cairan, terutama air putih. Alkohol dan minuman yang mengandung kafein dapat menstimulasi usus sehingga dapat memperparah diare. Sedangkan minuman berkarbonasi akan menyebabkan produksi gas dalam perut.
  6. Konsumsi multivitamin yangdianjurkan oleh dokter untuk memastikan bahwa meskipun diet dikontrol namun asupan nutris tetap terjaga.
  7. Sebaiknya menghubungi dokter spesialis gizi untuk mengatur diet terbaik yang harus dilakukan.

Selain itu, stres juga dapat menyebabkan gejala-gejala kolitis semakin buruk. Maka Anda perlu mencoba hal-hal yang dapat mengurangi stres Anda seperti dengan berolahraga, relaksasi (pemijatan, yoga, meditasi, mendengarkan musik, dll). Dan, tentu saja dengan semakin mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa.

Fisura ani merupakan suatu robekan atau luka pada daerah anus yang berbatasan dengan kulit. Pada daerah tersebut terdapat banyak saraf sensorik, sehingga adanya luka di daerah tersebut akan menimbulkan rasa sakit. Fisura ani biasanya dipicu oleh adanya feses yang keras dan besar saat buang air besar yang menyebabkan anus dipaksa untuk meregang saat buang air besar sehingga timbulah cedera  pada daerah anus tersebut.

Polip tidak dapat diangkat dengan menggunakan operasi untuk wasir/ambeien. Sedangkan kolonoskopi merupakan tindakan untuk diagnostik bukan untuk terapi yang hanya berfungsi untuk mengetahui kelainan pada daearah usus. Rasa nyeri yang Anda alami kemungkinan bukan karena ambeien Anda melainkan karena fisura ani Anda. Untuk menangani nyeri karena fisura Ani diperlukan pemberian obat anti nyeri yang dimasukkan dari lubang anus selain itu Anda juga dapat melakukan beberapa tips berikut:

  • Tingkatkan konsumsi makanan berserat

  • Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna mencegah dan mengatasi konstipasi yang dapat memicu kekambuhan fisura ani.

  • menghindari konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan

  • menghindari kebiasaan menunda buang air besar

Demikian  informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar