Sukses

Hemoroid dan Sulit BAB

19 Nov 2014, 09:50 WIB
Wanita, 26 tahun.

Sore Dok..saya mo nanya,apakah penderita ambeyen akan sering mengalami sulit BAB?Dah 5thn ini saya menderita ambeyen,saya sering mengkonsumsi dulcolac tab jika saya sulit BAB,berbahayakah jk saya terlalu sring mengkonsumsinya? Tolong di jawab ya Dok,thanks..

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Pada penderita ambeien atau dalam dunia medis disebut dengan hemoroid, tidak selalu disertai dengan gejala sulit buang air besar. Namun sulit buang air besar merupakan salah satu faktor risiko terjadinya hemoroid.

Sulit BAB karena konsistensinya yang lebih keras disebut juga dengan konstipasi. Konstipasi adalah keadaan jarangnya frekuensi buang air besar (BAB), penurunan frekuensi gerakan usus, BAB keras dan sulit. Jika BAB keras dipaksakan dengan cara mengedan maka dapat terjadi iritasi pada daerah sekitar lubang dubur sehingga dapat timbul perdarahan. Selain iritasi, tekanan yang diberikan saat mengedan dapat menimbulkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah di dalam anus, dimana jika tekanan tersebut terlalu keras maka dapat melukai dinding pembuluh darah dan kemudian menimbulkan perdarahan. Kejadian tersebut seringkali dikenal dengan wasir atau hemorrhoid. Perdarahan pada wasir jika tidak terlalu banyak dapat berhenti sendiri, namun jika luka daerah tersebut terlalu luas maka perdarahan dapat sulit berhenti. Hal yang Anda perlu lakukan saat ini adalah mencegah terjadinya konstipasi.

Untuk mengatasi konstipasi, dapat dilakukan beberapa hal:

  • Makan makanan yang tinggi kadar seratnya. Makanan yang mengandung banyak serat, akan membantu tubuh membentuk tinja yang lebih lunak. Jenis makanan tersebut, diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari atau kurangi makanan yang tidak atau hanya sedikit mengandung serta, seperti keju, daging, dan makanan yang mengalami pemrosesan (misalnya diasap). Sebaiknya  jumlah konsumsi makanan tinggi serat ini dilakukan secara bertahap, awalnya hanya sedikit, lalu ditingkatkn sedikit-sedikit. Hal ini perlu dilakukan karena jka saluran cerna belum terbiasa dengan serat yang dimakan, justru akan menimbulkan keluhan kembung
  • Berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik akan membantu menstimulasi aktivitas usus.
  • Asupan cairan yang cukup. Minum air atau cairan lain dalam jumlah cukup akan membantu melunakkan tinja
  • Jangan menunda dilakukannya BAB.
  • Menggunakan obat yang bersifat laksatif. Obat-obat ini hanya digunakan sebagai cara terakhir, jika cara-cara di atas tidak berhasil. Contoh obat yang bersifat laksatif adalah dulcolax. Dulcolax berfungsi sebagai stimulasi kontraksi ritmik di usus. Dosis obat tersebut tentu harus dalam petunjuk dokter dan kurang baik dikonsumsi rutin secara berkepanjangan.

Jika langkah-langkah di atas sudah dilakukan namun tidak ada perbaikan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk ditelusuri lebih lanjut penyebab konstipasinya. Teh daun jati mengandung sennosida yang bersifat memiliki sifat sebagai laksatif alami. Namun bila diminum berlebihan dapat timbul efek samping seperti diare, nyeri/kram perut, atau mual. Karena itu sebaiknya tidak dimunum secara berlebihan.

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam, 

0 Komentar

Belum ada komentar