Sukses

ASI vs. Susu Formula

19 Oct 2014, 09:00 WIB
Wanita, 27 tahun.
siang dok, anak saya umur 3 bln dok... saya tidak memberikan asi exclusive kpd anak saya setelah payudara kiri mengalami masitis. sehingga produksi susu hanya dr payudara sebelah kanan.saya coba untuk menambahkan susu formula kpd anak saya karena saya takut asi saya tidak mencukupi. teapi sma prod saya coba tidak suka. kemudian saya ganti terakhir BMT platinum dok, lumayan sehari bisa 30ml-60ml. yg saya tanyakan dok, sebenarnya dengan satu payudara cukupkah asupan anak saya dok, meski prod banyak.(ketika saya pompa bisa sampe 80-100m/pompa).dan sudah 3 minggu ini anak saya bab nya kok setiap hari minggu,selasa, dan jumat saja ya dok. apa g berbahaya?? terima kasih..
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Apakah mastitis Anda saat ini sudah ditangani? Memang dalam masa menyusui ekslklusif seharusnya tidak ada pembatasan untuk menyusui dan dianjurkan untuk menyusui setiap kali bayi mau. Sebenarnya, frekuensi menyusui yang sering dapat meningkatkan produksi ASI dan apabila payudara kiri Anda sudah ditangani dengan baik maka dapat kembali menyusui.

Jumlah ASI yang normal diproduksi pada akhir minggu pertama setelah melahirkan adalah 550 ml per hari. Dalam 2-3 minggu, produksi ASI meningkat sampai 800 ml per hari. Jumlah produksi ASI dapat mencapai 1,5-2 L per harinya. Jumlah produksi ASI tergantung dari berapa banyak bayi menyusu. Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak hormon prolaktin dilepaskan, dan semakin banyak produksi ASI.

Selama dapat diusahakan untuk memberikan ASI eksklusif maka sebaiknya terus diusahakan untuk memberikan ASI pada bayi Anda tanpa campuran susu formula.

BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar