Sukses

Keputihan Setelah Haid

17 Nov 2014, 18:30 WIB
Wanita, 35 tahun.

Dear Dokter, Setelah haid selesai,biasanya saya rasa kering (tidak ada lendir) Tapi ini keluar terus-terusan. Tidak gatal dan tidak bau. Memang setelah haid itu saya ikut Fitness seminggu 3x(Treadmill dan sepeda). Apa yang harus saya lakukan untuk menghentikan lendir yang keluar terus. Dan apa penyebabnya atau saya harus menjalani pemeriksaan apa? Terimakasih atas jawabannya.

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara fisiologis/normal dan secara patologis. Yang dimaksud dengan keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti menjelang atau setelah menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Dengan demikian jelas, bahwa keluarnya cairan vagina setelah periode menstruasi merupakan hal yang wajar ditemukan. Selama cairan tersebut tampak bening (tidak berwarna), tidak berbau, tidak banyak, dan tidak menimbulkan keluhan seperti rasa gatal atau terbakar pada kemaluan, maka Anda tidak perlu merasa khawatir.

Untuk itu beberapa hal yang harus diperhatikan adalah:

  • Hindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat dan sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Jika ingin menggunakan panty liner, pilihlah panty liner yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Hindari penggunaan produk pembersih kemaluan karena dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila membilas setelah buang air kecil, lakukan dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk

Apabila cairan yang keluar tampak berwarna, berbau, bahkan mulai menimbulkan keluhan yang mengganggu seperti gatal dan rasa terbakar pada kemaluan, kami menyarankan Anda melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Bagaimanapun, evaluasi sebaiknya tetap dilakukan untuk menyingkirkan infeksi sebagai penyebab keluarnya cairan dari vagina tersebut. Cairan tersebut akan diambil untuk diperiksa menggunakan mikroskop. Apabila benar ditemukan adanya infeksi, dokter akan memberikan terapi antikuman yang disesuaikan dengan kuman penyebabnya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar