Sukses

Perdarahan Pasca Berhubungan

05 Feb 2015, 14:59 WIB
Wanita, 21 tahun.

Dok,saya baru saja menikah 6 bulan yang lalu. selama itu saya melakukan hubungan badan dengan suami saya tidak ada keluhan yang baik saya maupun suami saya rasakan. jujur saja,kami merencanakan untuk tidak memiliki momongan dulu untuk 2 tahun ke depan, namun kami tidak memakai alat kontrasepsi apapun (sperma dikeluarkan di luar atau terkadang memakai kondom). namun,dua hari yang lalu ketika saya berhubungan badan dengan suami saya, tiba-tiba saya mengalami pendarahan yang cukup banyak. namun, anehnya selama saya berhubungan badan itu saya tidak merasakan nyeri atau sakit apapun. ketika pendarahan pun, saya juga tidak merasakan sakit,hanya saja setelahnya vagina saya terasa sedikit "burning". beberapa jam setelahnya pinggang saya agak sakit, tapi hanya sebentar. dan esoknya ketika saya buang air kecil, saya raba vagina saya ada benjolan memanjang sekitar 2 cm, ukurannya kecil sekali (seperti gumpalan darah ketika mens dan seperti suatu saluran) dan saya tarik, namun tidak bisa. gumpalan memanjang itu seperti melekat, ketika saya tarik itu hanya ujungnya yg bisa lepas,berwarna putih (di dalamnya ada pembuluh darah) dan ujungnya berwarna merah. sementara salurannya yang berwarna kemerahan masih menempel di saluran dalam vagina saya. yang ingin saya tanyakan dok, mungkinkah saya keguguran dan apa yang saya ambil itu adalah plasenta dan calon bayi saya? apakah saya harus melakukan kuret untuk membersihkan rahim saya? terakhir saya berhubungan badan 15 hari sebelumnya sepertinya ada sperma yang masih tertinggal di dalam. ataukah saya mengidap suatu penyakit seperti kista? untuk diketahui, sejak 5 hari yang lalu sampai sekarang,saya mengalami sedikit nyeri saat selesai buang air kecil (seperti 'anyang-anyangen') dan 10 hari yang lalu saya sering mengalami pusing,lemas, tidak nafsu makan dan keputihan.

 

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Apakah keluhan keluar darah setelah berhubungan baru kali ini anda alami? Apakah darah hanya keluar saat setelah berhubungan atau terus menerus hingga beberapa hari? Apakah ada keluhan lain yang dirasakan?

Bila keluhan darah  keluar setelah berhubungan kemungkinan hal tersebut adalah post coital bleeding.Perdarahan setelah berhubungan seksual atau Post Coital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual  belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet. 

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dan sebagainya). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Namun terdapat kemungkinan lain dari perdarahan yang Anda alami yang merupakan perdarahan yang terjadi akibat senggama atau disebut post coital bleeding. Kondisi ini sebaiknya juga ditanggapi dengan serius. Beberapa penyebabnya adalah :

  1. Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  2. Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  3. Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  4. Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  5. Kanker leher rahim
  6. Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  7. Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Kami menyarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Dokter akan melalukan wawancara dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk mengetahui tatalaksana yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam, 

0 Komentar

Belum ada komentar