Sukses

Anak Sulit Buang Air Besar

12 Nov 2014, 16:44 WIB
Wanita, 22 tahun.

Salam Dok.. Anak saya usia 14bulan. Hampir beberapa bulan ini BAB nya tidak lancar. Bahkan 2 minggu sekali,itu juga pake obat mic**lac. Kasian..sering nangis pas ngeluarin fesesnya. Udh makan bayam,pepaya,,tapi tetap seperti itu. Knp yah? Perutnya juga klo d pukul,ada bunyi "plung,plung".

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Apakah anak Ibu masih mendapatkan ASI? Anak yang masih mendapatkan ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada anak-anak ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, anak cenderung lebih sulit BAB.

Bagaimana dengan frekuensi minum susu anak Ibu? Apakah anak ibu suka makan buah dan sayuran?

Beberapa kemungkinan lain penyebab timbulnya kesulitan buang air besar pada anak:

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.
  • Frekuensi BAB yang menurun pada anak dapat juga terjadi karena anak masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada anak Anda, Anda tidak perlu khawatir karena anak akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Bagaimana dengan kebiasaan mengedannya? Bagaimana dengan asupan makannya, apakah wajar atau sedikit?

Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada anak Anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada anak Anda, kami sarankan sebaiknya Anda segera membawa anak Anda ke dokter spesialis anak.

Baca pula artikel berikut untuk menambah informasi Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar