Sukses

Keluar Darah setelah Senggama

13 Nov 2014, 23:15 WIB
Wanita, 24 tahun.

maaf dok mau tanya, sebelumnya saya sudah pernah melakukan hubungan sex dengan pasangan saya, tapi setelah kesekian kalinya (hari k-2) berhubungan baru mengeluarkan darah. apakah itu darah keperawanan?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Perdarahan yang terjadi dari vagina dapat disebabkan oleh bergai penyebab seperti menstruasi, infeksi, perlukaan pada organ genitalia. Perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual disebut post coital bleeding. Perdarahan ini dapat terjadi sebagai akibat dari adanya erosi atau perlukaan pada vagina ataupun akibat robekan selaput dara pada perempuan yang baru pertama kali melakukan hubungan seksual. Terkadang, hal ini tidak terjadi dikarenakan selaput dara yang dimiliki sangat elastis sehingga tidak terjadi robekan saat melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya dugaan kami terhadap hal yang saat ini Anda alami dimana perdarahan baru terjadi setelah Anda melakukan hubungan seksual yang kedua kalinya. Namun, yang Anda perlu perhatikan adalah apakah perdarahan terjadi dalam jumlah banyak, terus menerus dan berlangsung lama? serta apakah perdarahan disertai oleh gejala lain seperti gatal, nyeri ataupun adanya lendir yang berwarna kehijauan dan berbau? Hal-hal tersebut perlu diperhatikan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari perdarahan paska bersenggama

Berikut ini merupakan beberapa penyebab lain terjadinya perdarahan setelah melakukan hubungan seksual :

  • Peradangan pada leher Rahim(serviks). Hubungan seksual yang dilakukan saat seorang wanita sedang mengalami peradangan serviks dapat menimbulkan perdarahan.  Kondisi ini umumnya terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  • Polip serviks atau polip Rahim
  • Infeksi menular seksual seperti yang disebabkan oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur
  • Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  • Kanker leher Rahim(servikx)
  • Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  • Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat perlukaan pada vagina (misal karena kurangnya cairan pelumas atau kekeringan, gesekan kuat, penggunaan kondom yang mengiritasi, kuku jari, dsb). Namun, jika perdarahan terjadi terus menerus dan dalam jumlah banyak maka kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mencari penyebab yang mendasarinya. 

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar