Sukses

Amankah Hubungan Intim setelah Terjadi Pembuahan?

15 Nov 2014, 15:15 WIB
Wanita, 27 tahun.

Dear team dokter.. Saya ingin menanyakan seputar kehamilan. Apakah aman melakukan hubungan sex ketika pembuahan sudah terjadi? Karena ketika pembuahan itu terjadi kapannya kita tidak tau... Kita baru tau setelah tidak mendapat haid pada bulan berikutnya? Karena saya dan suami berhubungan sex nya cukup aktiv, apakah itu juga salah satu penyebab saya belum hamil ya dok? Just for information, saya sudah 1 tahun menikah. Bulan kedua pernikahan kami, saya hamil.. Tapi ketika kehamilan saya berumur dua bulan, saya keguguran (pada bulan maret) nah setelah saya keguguran, saya bekum hamil lagi. Satu hal lagi, saya tidak dikuret pada saat keguguran, krn dokternya bilang rahim saya sudah bersih jd tidak perlu di kuret. Mohon jawabannya yah team dokter... Regards, Aya

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi di klikdokter.com

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan.  Hubungan sex yang dilakukan saat terjadi pembuahan tidak menimbulkan efek yang membahayakan. Pembuahan terjadi ketika sel telur yang dilepaskan saat ovulasi bertemu dengan sel sperma. Ovulasi adalah suatu peristiwa dimana sel telur keluar dari ovarium dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Untuk mengetahui perkiraan waktu ovulasi diperlukan paling tidak pola menstruasi 3 bulan terakhir, kemudian dihitung rata-ratanya. Pada wanita dengan siklus menstruasi yang teratur (28 hari), waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 14 hari atau 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan Anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi.

Untuk mendapatkan keturunan, Anda sebaiknya melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat. Karena itu untuk memperbesar kemungkinan terjadi pembuahan, kami sarankan untuk mencatat siklus menstruasi Anda selama 3-6 bulan terakhir, kemudian Anda dapat menghitungnya seperti penjelasan yang kami berikan dan berhubungan intim teratur, 3-4x/minggu, terutama pada waktu perkiraan terjadinya ovulasi.

Pada riwayat kehamilan sebelumnya, apa penyebab terjadinya keguguran pada kehamilan Anda? Apakah ada kondisi atau penyakit tertentu yang mendasari? Apakah Anda dan suami Anda sudah pernah melakukan pemeriksaan kesuburan? Bagaimanah riwayat siklus haid Anda, apakah teratur atau tidak? Apakah Anda tengah mengkonsumsi obat-obatan tertentu?

Hal-hal tersebut di atas perlu diperhatikan untuk merencanakan kehamilan berikutnya. Selain itu Anda juga perlu menjaga kesehatan dan menghindari beberapa kebiasaan yang kurang baik seperti merokok, mengkonsumsi minum-minuman beralkohol, mengkonsumsi obat-obatan tanpa petunjuk dokter.

Mengenai riwayat keguguran yang Anda alami dan tidak melakukan kuret, Anda tidak perlu khawatir. Karena tidak semua kasus abortus atau keguguran harus di kuret. Kuret hanya dilakukan jika masih terdapat sisa jaringan janin dalam rahim ibu yang dapat menimbulkan risiko perdarahan dan infeksi. Dan anjuran dokter untuk melakukan atau tidak melakukan kuret didasari oleh hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, jadi jika dokter Anda tidak menganjurkan untuk dilakukan kuret berarti kondisi rahim Anda sudah bersih dari sisa jaringan tersebut.

Pada sebagian besar pasangan, kehamilan dapat terjadi dalam 1 tahun pertama setelah menikah jika melakukan hubungan intim 2-3 kali seminggu tanpa kontrasepsi. Jika setelah 1 tahun tetap tidak terjadi pembuahan, Anda dan suami dapat melakukan pemeriksaan kesuburan. Terlebih lagi Anda memiliki riwayat keguguran. Oleh karena itu kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memeriksakan kondisi kesuburan Anda dan suami Anda dalam merencanakan kehamilan.

Namun, jika Anda telah melakukan berbagai tindakan seperti di atas dan hasil yang didapatkan semua dalam keadaan normal, namun tetap belum mendapatkan keturunan, bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa pada Nya. Semoga Anda dan suami dapat segera dianugerahi keturunan.

Berikut adalah beberapa artikel Kami yang dapat Anda akses terkait persiapan kehamilan pada pasangan suami-istri:

Merencanakan Kehamilan 

Inilah Penyebab Sulitnya Hamil

Sepuluh Cara Meningkatkan Kesuburan

6 Tips untuk Mempercepat Kehamilan

Persiapkan Kehamilan dengan Konsumsi Asam Folat

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar