Sukses

Hubungan Rumah Tangga

18 Oct 2014, 11:57 WIB
Wanita, 29 tahun.
Selamat siang Dokter... saya ingin menanyakan sesuatu...saya bingung mesti memulai dari mana..karena saya tidak biasa untuk bercerita masalah pribadi dan saya tidak tahu mesti mulai dari mana.. begini dok..saya sudah menikah hampir 5 tahun dan suami saya usianya sekarang 33 tahun..yang ingin saya tanyakan..saya sering sekali berselisih paham denagn suami saya..kami masing-masing merasa bahwa kamilah yang benar...dan selalu seperti itu.. masalahnya kayaknya sepele tapi terus berulang.. Dokter saya tipe istri yg agak over protektif.memang sudah dari awal kami pacaran suami saya sudah tahu sifat saya itu dan kami punya komitmen untuk terbuka tentang apapun juga..dan tidak ada istilah privasi lagi.apa yang suami tahu istri juga tahu dan begitu pun sebaliknya..dan kami enjoy menjalani kehidupan rumah tangga kami selama ini.Saya bersyukur karena suami saya tipe laki-laki yang tidak suka keluar rumah selain keluar untuk bekerja. Tapi kadang-kadang suami saya pergi untuk bertemu teman-teman lama nya.paling sering sebulan sekali. Kadang itu yang menjadi awal pertengkaran kami.. karena saya kurang suka suami saya berkumpul dengan teman-temannya.karena saya merasa diabaikan walaupun itu cuma 1 hari saja tanpa menginap.kejadian bulan November kemarin smembuat saya sangat sakit hati.suami saya lupa hari ulang tahun saya..sedangkan untuk acara bertemu dengan teman-temannya sudah dari jauh-jauh hari dia persiapkan telfon sana telfon sini.untuk mengadakan pertemuan dengan temannya.sedangkan ulang tahun istrinya sendiri dia bisa lupa...saya merasa sakit hati sekali..setelah saya tanya dia..dia kasi alasan katanya stresslah..banyak pikiran pokoknya maca-macam alasan tapi yang tdk habis pikir koq dia antusis sekali untuk acara temannya itu.. Saya merasa sudah menjadi istri yang sagat baik untuk dia...dan dia juga mengakui itu...apapun saya lakukan untuk keluarga nomor satu buat saya adalah suami dan anak..Oya dokter dari perkawinan saya ini saya dikaruniai anak perempuan usia 4 tahun dan sangat lucu dan pintar.Suami saya juga agak egois,sensitif.memang dia tidak pernah melarang saya untuk ini untuk itu..tapi saya menyadari tugas saya sebagai seorang istri dan seorang ibu..sampai saya mengorbankan diri da kepentingan saya sendiri..sebelum saya menikah saya wanita pekerja dan punya penghasilan sendiri.tapi setelah saya menikah saya mengorbankan itu semua karena saya harus mengrus anak..dan saya menerima itu semua.say tidak pernah bergaul dengan siapapun juga dokter.dan saya memang membatasi diri.memang suami saya tidak pernah melarang saya untuk bergaul.tapi saya tahu dia suka istri rumahan yang selalu ada saat dia juga dirumah karena dia pernah katakan itu kepada saya..Dokter Tolong Saya..banyak hal yang ingin saya ceritakan tapi saya gak tahu mesti memulai dari mana lagi.. Dokter saya capek..dada saya sakit.terlalu banyak beban yang mengganjal dihati saya.. Tapi dOkter saya Cinta sekali dengan suami saya..saya sudah berusaha untuk mengurangi persaan itu agar saya tidak menjadi terlalu protektif tapi selalu gagal dokter...saya merasa sakit sendiri dengan perasaan saya ini dokter...saya ngga tahu mesti gimana lagi saya bingung denagn didi saya sendiri.saya juga tidak mau menjadi istri yang protektif dikter..hanya saja karena perasaan cinta saya yang terlalu besar yang membuat saya tidakk bisa jauh dari dia.selain dia keluar untuk bekerja..saya bingung dokter..tolong saya
Admin KlikDokter

Dijawab Oleh:

Admin KlikDokter

Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami perasaan Ibu. Dari bagaimana kami melihat kondisi yang Ibu sampaikan, nampaknya memang ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan bersama mengenai pernikahan Ibu dan suami. Terkadang dalam suatu pernikahan yang sudah cukup berlangsung lebih dari 1 tahun, masalah-masalah rumah tangga telah demikian mendominasi sehingga terkadang pernikahan tersebut menjadi kurang menyenangkan. Masalah-masalah seperti kebutuhan rumah tangga, anak dan rutinitas terkadang membuat rasa jenuh muncul pada diri masing-masing pasangan.

Untuk mengatasi hal tersebut, mungkin Ibu dan suami dapat mencoba untuk melakukan aktivitas di luar rutinitas sehari-hari seperti bertamasya atau melakukan perjalanan ke luar kota. Akan lebih baik jika Ibu melakukannya berdua saja dengan suami Ibu. Ibu mungkin dapat meminta orang tua atau mertua Ibu untuk menjaga anak Ibu.

Kami memahami kekhawatiran Ibu. Sikap terlalu protektif dan terlalu posesif dapat menyebabkan Ibu malah menimbulkan ketidaknyamanan pada pasangan dan juga pada Ibu sendiri. Ibu dapat mencoba untuk berpikir positif, terus membina komunikasi efektif dan memupuk rasa percaya terhadap suami Ibu. Selama memang terdapat kejelasan terhadap apa yang dilakukan oleh suami Ibu maka Ibu tidak perlu terlalu khawatir. Sebagai pasangan menikah, aktualisasi diri tetap diperlukan. Suami Anda tetap memerlukan waktu untuk berkegiatan dengan teman-temannya, demikian juga dengan Ibu. Kami sarankan Ibu dapat memulai untuk mengikuti kegiatan-kegiatan di sekitar kompleks seperti arisan rumah tangga, kegiatan keagamaan dan atau yang sejenis. Ketika anak Ibu juga sudah memasuki usia sekolah, Ibu juga bisa mempertimbangkan untuk kembali bekerja agar dapat memanfaatkan waktu ketika anak Ibu sedang berada di sekolah.

Perasaan cinta yang baik akan membuat Ibu dan suami dapat terus mengembangkan diri dan saling melengkapi. Dengan semakin mendekatkan diri pada Tuhan, Ibu juga dapat terus belajar untuk dapat mengendalikan perasaan dan pikiran negatif yang muncul dalam diri Ibu.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar