Sukses

Keputihan Berbau dan Infeksi CMV Saat Hamil

20 Nov 2014, 23:16 WIB
Wanita, 26 tahun.

salam kenal dok. sya lgi hamil 13 minggu,ini kehamilan yg kedua,yg pertama kegapuguran 4 tahun yg lalu. dari awal telat haid sya mengalami keputihan yg banyak dan berbau,serta hasil pemeriksaan torch cmv ig g 1,98 dan ig m 0,360.dr dokter sy hanya diberi vitamin dan obat keputihan yg dimasukan lewat vagina hanya 1x. yg ingin sya tanyakan adakah dampak dr keputihan yg bau terhadap kehamilan sya da benarkah mitos bahwa keputihan bisa membuat air ketuban kering,?karna sampai skrg keputihanny msh ada.apakah virus cmv yg sdh negatif bisa aktif lg,gejalany seperti apa dan bagaimana cara agar virusny tidak aktif lg? trimakasih

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam terutama dalam kehamilan dapat berpengaruh terhadap kehamilan Anda. Karena infeksi dapat mengeluarkan zat-zat yang merangsang inflamasi dan dapat menyebabkan kontraksi, pecah ketuban, ketuban keruh, ataupun gangguan pada janin. Selain itu juga sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu.

Keputihan abnormal yang disebabkan oleh infeksi memerlukan pengobatan dengan antijamur/antibiotik/antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya. Pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis alih-alih mengobati justru dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya. Pemberian antibiotik/antijamur harus di bawah pengawasan dokter, kami tidak dapat meresepkan obat disini. Kami menyarankan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mengetahui keputihan Anda disebabkan oleh apa.

Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab

  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat

  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam

  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu

  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

 

Berikut terdapat artikel untuk menambah informasi dan pengetahuan Anda :

Untuk infeksi CMV, bila pertama terinfeksi virus CMV maka virus tersebut akan tetap ada di tubuh tapi dalam kondisi dorman (diam dan tidak menimbulkan gejala). Namun bila terkena infeksi lagi atau dalam keadaan kekebalan tubuh yang lemah, maka virus CMV dapan ter-reaktivasi. Gejala yang dapat muncul seperti demam, diare, bahkan gangguan penglihatan. Infeksi CMV juga dapat menularkan ke bayi. Saat didalam kandungan infeksi CMV ini dapat mengganggu organogenesis (pembentukan organ tubuh) sehingga dapat menyebabkan kecacatan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam, 

0 Komentar

Belum ada komentar