Sukses

Teknik Gillies pada Trauma Zygomaticus

13 Nov 2014, 19:36 WIB
Wanita, 20 tahun.

Teknik Gillies pada Trauma Zygomaticus

Terima kasih karena Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.com

Fraktur(patah tulang) zigoma merupakan merupakan fraktur fasial(patah tulang wajah) yang paling sering terjadi. Tingginya insiden dari fraktur zigoma berhubungan dengan lokasi zigoma yang lebih menonjol. Insidensi yang terjadi terutama pada laki-laki, dengan perbandingan 4:1 dibandingkan dengan perempuan. Penyebab dari fraktur zigoma yang paling sering adalah dikarenakan kecelakaan kendaraan bermotor. Zigoma mempunyai peran yang penting dalam membentuk struktur wajah, dan disrupsi dari posisi zigoma dapat mengganggu fungsi ocular(mata) dan mandibular(rahang bawah) oleh karena itu trauma pada zigoma harus didiagnosa secara tepat dan ditangani secara adekuat. Tanda yang khas dan jelas pada trauma zigoma adalah hilangnya tonjolan prominen pada daerah zigomatikus.

Pada dasarnya perawatan fraktur arkus zigomatikus tidak berbeda dengan fraktur pada wajah lainnya, yaitu reduksi/ reposisi, fiksasi dan immobilisasi, kontrol terhadap infeksi, dan rehabilitasi. Namun pada kenyataannya ada beberapa kondisi dari fraktur arkus zigomatikus yang tidak memerlukan fiksasi setelah dilakukan reposisi. Beberapa metode Seperti metode Gillies dan intra oral dapat dilakukan untuk reduksi/ reposisi fraktur arkus zigomatikus. Fraktur arkus yang terisolasi bisa diangkat melalui pendekatan Gillies klasik.

Operasi Gillies adalah suatu teknik untuk reduksi fraktur zigoma dan arcus zigomaticus melalui insisi pada regio temporal di atas garis rambut. Adapun langkah-langkah teknik Gillies yang meliputi :

  1. Membuat sayatan dibelakang garis rambut temporal
  2. Mengidentifikasi fasia temporalis
  3.  Menempatkan elevator di bawah fasia mendekati lengkungan dari aspek dalam yakni dengan menggeser elevator di bidang dalam untuk fasia, cedera pada cabang frontal dari syaraf wajah harus dihindari. Sehingga arkus dapat kembali ke posisi anatomis yang lebih normal.

Bila hanya arkus zigoma saja yang terkena fraktur, fragmen – fragmen harus direduksi melalui suatu pendekatan memnurut Gillies. Fiksasi tidak perlu dilakukan karena fasia temporalis yang melekat sepanjang bagian atas lengkung akan melakukan imobilisasi fragmen-fragmen secara efektif.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar