Sukses

Bisakah Kutu Tumbuh di Rambut Kemaluan?

08 Nov 2014, 21:54 WIB
Wanita, 25 tahun.

permisi dok...mo tanya apakah ada kutu yg tumbuh di sekitar rambut kemaluan?klo ada,apa sebabnya dan bagaimana cara menghilangkannya?terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kutu mengacu pada berbagai arthropoda(hewan) yang berukuran kecil hingga sangat kecil dan merupakan hewan yang bertindak sebagai parasit. Pada manusia, kutu umumnya dijumpai pada rambut kepala, namun makhluk ini juga dapat menyerang bagian lain dari tubuh manusia diantaranya sela-sela jari, batang tubuh dan juga bagian tubuh lain yang memiliki rambut seperti ketiak, jenggut, kumis, alis bulu mata dan juga kemaluan.

Kutu yang menyerang rambut pada bagian kelamin atau kemaluan disebut kutu kelamin yang sejatinya bernama Pedikulosis Pubis atau Pthirus Pubis. Kutu kelamin biasanya menular melalui hubungan seksual. Penularan dari orang tua kepada anak lebih mungkin terjadi melalui rute pemakaian handuk, pakaian atau tempat tidur yang sama secara bergantian. Orang dewasa lebih sering terkena daripada anak-anak. Gejala-gejala yang ditimbulkan antara lain 

  • Gatal pada daerah kemaluan akibat dari sentuhan atau adanya kontak liur atau ekskreta kutu dengan kulit manusia. Rasa gatal dapat meluas sampai ke daerah lipat paha, bahkan hingga perut dan dada yang dapat terlihat sebagai bercak abu-abu atau kebiruan yang disebut Makula Selulae
  • Penyebaran kutu terjadi melalui keringat saat kontak tubuh atau seksual. Oleh karena itu, siapa pasangan seks si pasien dalam waktu 30 hari sebelumnya harus dievaluasi dan diobati, dan kontak seksual harus dihindari sampai perawatan berakhir dangan kesembuhan.
  • Pada orang dewasa, selain pada rambut kemaluan kutu juga bisa didapatkan di rambut daerah wajah seperti jenggot ataupun kumis. Sedangkan pada anak-anak, kutu umumnya ditemukan pada alis, bulu mata ataupun tepi atas rambut
  • Gigitan kutu dapat menimbulkan luka pada kulit yang menjadi jalan masuk bagi organisme lainnya sehingga terdapat hubungan yang kuat antara keberadaan kutu kelamin dengan infeksi menular seksual(IMS). Dalam hal ini adalah keharusan bagi pasien untuk mau diperiksa apakah terjangkit jenis IMS lainnya.
  • Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening daerah sekitar kemaluan seperti pada lipat paha juga dapat ditemukan bila sudah terjadi infeksi sekunder(infeksi tidak langsung) akibat dari garukan saat berusaha mengatasi rasa gatal

Kondisi ini dapat diterapi dengan menggunakan zat topikal pedikulosa sebagai berikut:

  • krim gameksan 1%
  • emulsi benzil-benzoat 25%

Selain menggunakan obat pembunuh kutu, juga diperlukan modifikasi dan juga perbaikan gaya hidup seperti mencukur rambut alat kelamin, merebus pakaian atau menyetrika pakaian setelah dicuci, memeriksa pasangan seksual dan juga mengobatinya bila terbukti menderita hal yang sama, tidak berganti-ganti pasangan, tidak menggunakan alat-alat pribadi seperti handuk, celana ataupun pakaian secara bergantian dan tentunya senantiasa menjaga kebersihan diri terutama daerah kelamin.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kutu mengacu pada berbagai arthropoda(hewan) yang berukuran kecil hingga sangat kecil dan merupakan hewan yang bertindak sebagai parasit. Pada manusia, kutu umumnya dijumpai pada rambut kepala, namun makhluk ini juga dapat menyerang bagian lain dari tubuh manusia diantaranya sela-sela jari, batang tubuh dan juga bagian tubuh lain yang memiliki rambut seperti ketiak, jenggut, kumis, alis bulu mata dan juga kemaluan.

Kutu yang menyerang rambut pada bagian kelamin atau kemaluan disebut kutu kelamin yang sejatinya bernama Pedikulosis Pubis atau Pthirus Pubis. Kutu kelamin biasanya menular melalui hubungan seksual. Penularan dari orang tua kepada anak lebih mungkin terjadi melalui rute pemakaian handuk, pakaian atau tempat tidur yang sama secara bergantian. Orang dewasa lebih sering terkena daripada anak-anak. Gejala-gejala yang ditimbulkan antara lain 

  • Gatal pada daerah kemaluan akibat dari sentuhan atau adanya kontak liur atau ekskreta kutu dengan kulit manusia. Rasa gatal dapat meluas sampai ke daerah lipat paha, bahkan hingga perut dan dada yang dapat terlihat sebagai bercak abu-abu atau kebiruan yang disebut Makula Selulae
  • Penyebaran kutu terjadi melalui keringat saat kontak tubuh atau seksual. Oleh karena itu, siapa pasangan seks si pasien dalam waktu 30 hari sebelumnya harus dievaluasi dan diobati, dan kontak seksual harus dihindari sampai perawatan berakhir dangan kesembuhan.
  • Pada orang dewasa, selain pada rambut kemaluan kutu juga bisa didapatkan di rambut daerah wajah seperti jenggot ataupun kumis. Sedangkan pada anak-anak, kutu umumnya ditemukan pada alis, bulu mata ataupun tepi atas rambut
  • Gigitan kutu dapat menimbulkan luka pada kulit yang menjadi jalan masuk bagi organisme lainnya sehingga terdapat hubungan yang kuat antara keberadaan kutu kelamin dengan infeksi menular seksual(IMS). Dalam hal ini adalah keharusan bagi pasien untuk mau diperiksa apakah terjangkit jenis IMS lainnya.
  • Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening daerah sekitar kemaluan seperti pada lipat paha juga dapat ditemukan bila sudah terjadi infeksi sekunder(infeksi tidak langsung) akibat dari garukan saat berusaha mengatasi rasa gatal

Kondisi ini dapat diterapi dengan menggunakan zat topikal pedikulosa sebagai berikut:

  • krim gameksan 1%
  • emulsi benzil-benzoat 25%

Selain menggunakan obat pembunuh kutu, juga diperlukan modifikasi dan juga perbaikan gaya hidup seperti mencukur rambut alat kelamin, merebus pakaian atau menyetrika pakaian setelah dicuci, memeriksa pasangan seksual dan juga mengobatinya bila terbukti menderita hal yang sama, tidak berganti-ganti pasangan, tidak menggunakan alat-alat pribadi seperti handuk, celana ataupun pakaian secara bergantian dan tentunya senantiasa menjaga kebersihan diri terutama daerah kelamin.

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kutu mengacu pada berbagai arthropoda(hewan) yang berukuran kecil hingga sangat kecil dan merupakan hewan yang bertindak sebagai parasit. Pada manusia, kutu umumnya dijumpai pada rambut kepala, namun makhluk ini juga dapat menyerang bagian lain dari tubuh manusia diantaranya sela-sela jari, batang tubuh dan juga bagian tubuh lain yang memiliki rambut seperti ketiak, jenggut, kumis, alis bulu mata dan juga kemaluan.

Kutu yang menyerang rambut pada bagian kelamin atau kemaluan disebut kutu kelamin yang sejatinya bernama Pedikulosis Pubis atau Pthirus Pubis. Kutu kelamin biasanya menular melalui hubungan seksual. Penularan dari orang tua kepada anak lebih mungkin terjadi melalui rute pemakaian handuk, pakaian atau tempat tidur yang sama secara bergantian. Orang dewasa lebih sering terkena daripada anak-anak. Gejala-gejala yang ditimbulkan antara lain 

  • Gatal pada daerah kemaluan akibat dari sentuhan atau adanya kontak liur atau ekskreta kutu dengan kulit manusia. Rasa gatal dapat meluas sampai ke daerah lipat paha, bahkan hingga perut dan dada yang dapat terlihat sebagai bercak abu-abu atau kebiruan yang disebut Makula Selulae
  • Penyebaran kutu terjadi melalui keringat saat kontak tubuh atau seksual. Oleh karena itu, siapa pasangan seks si pasien dalam waktu 30 hari sebelumnya harus dievaluasi dan diobati, dan kontak seksual harus dihindari sampai perawatan berakhir dangan kesembuhan.
  • Pada orang dewasa, selain pada rambut kemaluan kutu juga bisa didapatkan di rambut daerah wajah seperti jenggot ataupun kumis. Sedangkan pada anak-anak, kutu umumnya ditemukan pada alis, bulu mata ataupun tepi atas rambut
  • Gigitan kutu dapat menimbulkan luka pada kulit yang menjadi jalan masuk bagi organisme lainnya sehingga terdapat hubungan yang kuat antara keberadaan kutu kelamin dengan infeksi menular seksual(IMS). Dalam hal ini adalah keharusan bagi pasien untuk mau diperiksa apakah terjangkit jenis IMS lainnya.
  • Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening daerah sekitar kemaluan seperti pada lipat paha juga dapat ditemukan bila sudah terjadi infeksi sekunder(infeksi tidak langsung) akibat dari garukan saat berusaha mengatasi rasa gatal

Kondisi ini dapat diterapi dengan menggunakan zat topikal pedikulosa sebagai berikut:

  • krim gameksan 1%
  • emulsi benzil-benzoat 25%

Selain menggunakan obat pembunuh kutu, juga diperlukan modifikasi dan juga perbaikan gaya hidup seperti mencukur rambut alat kelamin, merebus pakaian atau menyetrika pakaian setelah dicuci, memeriksa pasangan seksual dan juga mengobatinya bila terbukti menderita hal yang sama, tidak berganti-ganti pasangan, tidak menggunakan alat-alat pribadi seperti handuk, celana ataupun pakaian secara bergantian dan tentunya senantiasa menjaga kebersihan diri terutama daerah kelamin.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar