Sukses

Neuropati Diabetes

20 Oct 2014, 01:24 WIB
Pria, 57 tahun.
Dok, saya ini menderita Neuropati (5th) sbg akibat Diabetes (13 th) , sudah diberikan resep Dr.Spc Syaraf, tapi tidak ada perobahan, bisakah sembuh (kadar terjaga average 169 - 170)
Admin KlikDokter

Dijawab Oleh:

Admin KlikDokter

Bapak yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Neuropati Diabetes merupakan salah satu komplikasi diabetes dengan gejala rasa kebas atau baal pada kaki atau tungkai. Keluhan ini disebabkan adanya kerusakan pada sistem saraf perifer karena kadar gula darah yang tidak terkontrol. Karena itu, dalam mencegah atau memperlambat perjalanan kerusakan sistem saraf perifer tersebut, yang terutama perlu dilakukan adalah kontrol kadar gula darah yang ketat.

Kontrol kadar gula darah tersebut dilakukan dengan cara berobat yang teratur, minum obat yang teratur, melakukan modifikasi gaya hidup dalam hal makanan dan aktivitas fisik. Jika kadar gula darah terkontrol, biasanya keluhan pada kaki pun berkurang. Selain itu, perlu juga dilakukan perawatan kaki diabetes. Karena baal, kaki menjadi lebih rentan terhadap luka dan infeksi.


Cara-cara perawatan kaki adalah:

  • Periksalah kaki setiap hari, apakah ada kulit retak, melepuh, luka, perdarahan.
  • Bersihkan kaki setiap hari pada waktu mandi dengan air bersih dan sabun mandi. Bila perlu gosok kaki dengan sikat lunak atau batu apung. Keringkan kaki dengan handuk bersih, lembuh, sela-sela jari kaki harus kering, terutama sela jari kaki ke-3-4 dan ke-4-5.
  • Berikan pelembab/lotion pada daerah kaki yang kering, tetapi tidak pada sela jari, gunanya untuk menjaga agar kulit tidak retak
  • Gunting kuku kaki lurus mengikuti bentuk normal jari kaki, tidak terlalu pendek atau terlalu dekat dengan kulit, kemudian kikir agar kuku tidak tajam. Hindarkan terjadinya luka pada jaringan sekitar kuku. Bila kuku keras, sulit dipotong, rendam kaki dengan air hangat kuku selama + 5 menit. Bersihkan kuku setiap hari pada waktu mandi dan berikan cream pelembab kuku.
  • Pakai alas kaki sepatu atau sandal untuk melindungi kaki agar tidak terjadi luka, juga di dalam rumah
  • Gunakan sepatu atau sandal yang baik sesuai dengan ukuran dan enak dipakai, dengan ruang dalam sepatu yang cukup untuk jari-jari. Pakailah kaos/stocking yang pas dan bersih terbuat dari bahan yang mengandung katun.
  • Periksa sepatu sebelum dipakai, apakah ada kerikil/benda tajam lain. Lepas sepatu setiap 4-6 jam serta gerakkan pergelangan dan jari-jari kaki agar sirkulasi darah tetap baik
  • Bila ada luka kecil, obati luka dan tutup dengan pembalut bersih. Periksa apakah ada tanda-tanda radang.
  • Periksakan kaki ke dokter setiap kali kontrol.


Selain itu perlu dilakukan latihan senam kaki. Latihan ini dapat dilakukan dengan posisi berdiri, duduk dan tidur, dengan cara:

1. Menggerakkan kaki dan sendi-sendi kaki misalnya berdiri dengan kedua tumit diangkat.

2. Mengangkat dan menurunkan kaki.

3. Gerakan dapat berupa gerakan menekuk, meluruskan, mengangkat, memutar ke luar atau ke dalam dan mencengkeram pada jari-jari kaki.

Latihan senam dapat dilakukan setiap hari secara teratur, sambil santai di rumah, juga waktu kaki terasa dingin.

Jika pengontrolan kadar gula darah dan perawatan kaki sudah dilakukan. Beberapa obat dapat digunakan untuk mengatasi rasa nyeri, kebas, atau baal yang dialami Ibu. Beberapa obat itu adalah penghilang nyeri, antidepresan dosis rendah, dan beberapa obat anti kejang. Obat penghilang rasa nyeri berupa asetaminofen seperti paracetamol, atau anti inflamasi non-steroid. Antidepresan pada dosis rendah dapat mengatasi rasa nyeri atau kebas yang ada. Anti kejang digunakan untuk menstabilisasi saraf yang rusak dan mengurangi sinyal nyeri yang dikirim ke otak. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pemberian metilkobalamin atau vitamin B12 juga membantu dalam mengatasi hal ini. Beberapa orang juga menyebutkan bahwa mandi air hangat juga dapat meredakan gejala baal atau kebas yang ada.

Obat-obat tersebut hanya dapat diberikan dengan resep dokter, maka kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter yang menangani diabetes Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar