Sukses

Akupunktur pada Gangguan Jiwa

09 Nov 2014, 08:26 WIB
Wanita, 26 tahun.

Terimakasih dok atas jawaban saya yang kemarin. saya mo tanya lagi, apakah Akunpuntur bisa mengobati Skit Jiwa? saya prnah dengar cerita dari seorang teman, dia mempunyai Paman yang sakit jiwa. Pamannya lalu berobat ke dokter saraf, lalu di akupuntur, dan sembuh. Apa bisa Akupuntur dapat menghilangkan sakit jiwa?

dr. Tiara Rahmawati

Dijawab Oleh:

dr. Tiara Rahmawati

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Apakah sakit jiwa tersebut sudah dikonsultasikan dengan dokter spesialis kejiwaan (Psikiater)? Bagaimana gejala yang terjadi pada pasien? Sudah berapa lama keanehan terjadi pada pasien jiwa tersebut? Sayang sekali Anda kurang menjabarkan dengan detil mengenai keluhan mengenai gangguan jiwa tersebut. Gangguan jiwa dalam ilmu kedokteran sendiri terdiri dari berbagai macam. Namun, yang paling sering terjadi di masyarakat adalah skizofrenia dan gangguan mood.

Kami akan menjelaskan mengenai dua penyakit jiwa yang sering terjadi. Yang pertama adalah skizofrenia, skizofrenia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (waham/keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).

Sebagai suatu sindrom, pendekatan skizofrenia harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan aspek psikososial, psikodinamik, genetik, farmakologi, dan lain-lain.  

Faktor risiko penyakit ini termasuk :

  1. Riwayat skizofrenia dalam keluarga
  2. Perilaku premorbid yang ditandai dengan kecurigaan, eksentrik, penarikan diri, dan/atau impulsivitas.
  3. Stress lingkungan
  4. Status sosial ekonomi yang rendah sekurang-kurangnya sebagian adalah karena dideritanya gangguan ini 

Pengobatannya terbagi atas psikofarmaka dan psikososial. Psikofarmaka menggunakan obat-obatan anti psikotik sedangkan psikososial adalah terapi perilaku.

Skizofrenia dapat menyebabkan gangguan fungsi pekerjaan, fungsi sosial, fungsi penggunaan waktu luang dan fungsi perawatan diri.  Perubahan perubahan ini akan mengganggu individu serta membuat resah keluarga dan teman.

Penderita skizofenia yang mengancam diri dan lingkungannya sebaiknya dirawat di Rumah sakit jiwa. Untuk skizofrenia ringan dapat berobat jalan dengan mengonsumsi obat-obatan teratur dan melakukan terapi psikososial. Walaupun remisi penuh atau sembuh pada skizofrenia itu ada, kebanyakan orang mempunyai gejala sisa dengan keparahan yang bervariasi. Secara umum 25% individu sembuh sempurna, 40% mengalami kekambuhan dan 35% mengalami perburukan. Sampai saat ini belum ada metode yang dapat memprediksi siapa yang akan menjadi sembuh siapa yang tidak, namun sebaiknya faktor pencetus dapat terus dikontrol.

Selanjutnya adalah gangguan mood, mood adalah kondisi perasaan yang terus ada yang mewarnai kehidupan psikologis kita. Perasaan sedih atau depresi bukanlah hal yang abnormal dalam konteks peristiwa penuh tekanan. Namun orang dengan gangguan mood (mood disorder) mengalami gangguan mood yang luar biasa parah atau berlangsung lama dan mengganggu kemampuan mereka untuk berfungsi dalam memenuhi tanggung jawab secara normal.

Gangguan mood mencakup berbagai gangguan emosi yang membuat seseorang tidak dapat berfungsi- mulai dari kesedihan pada depresi hingga eufaria tidak realistis dan iritabilitas pada mania. Gejalanya pun bisa beragam, bisa salah satunya seperti yang Anda alami. 

Gangguan mood sendiri masih diklasifikasikan lagi menjadi berbagai diagnosis (berdasarkan DSM IV) misalnya: gangguan bipolar, depresi, disritmik, dsb. Untuk menentukan diagnosisnya dibutuhkan wawancara serta pemeriksaan lebih lanjut. Wajar atau tidaknya, tentu bergantung dari derajat keparahan gangguan tersebut, tipe gangguannya, dll.

Sampai saat ini pengobatan penyakit jiwa terdiri dari aspek medika mentosa (obat-obatan) dan non medika mentosa (non obat-obatan). Namun belum ada penelitian ataupun referensi terpercaya dari pihak medis mengenai akupunktur untuk pengobatan jiwa. Apabila sebelumnya dokter spesialis saraf tersebut sudah sukses dapat melakukan pengobatan, kami menyarankan ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis jiwa (psikiater) mengenai hasil terapi akupunktur tersebut. Psikiater tentu akan melakukan wawancara secara menyeluruh dan akan menentukan solusi yang terbaik untuk para pasien penyakit dengan masalah jiwa.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar