Sukses

Gejala dan Penanganan Stroke

12 Nov 2014, 21:19 WIB
Pria, 29 tahun.

Nyeri pelipis dan nyeri dada. dok, saat ini saya sedang bingung.kejadiannya berawal dari nyeri kepala di bagian pelipis yang sering terjadi sekitar 2 bulan lalu.nyeri tersebut seperti ditekan sehingga saya sering mengerutkan dahi.pertama-tama saya sering mengatasinya dengan minum bodrex setiap kali sakit.tp keesokan harinya selalu timbul sakit kembali.saya ingat nyerinya seperti saat saya terkena paru2 basah dahulu.saya pernah dirawat dan cairan dalam paru disedot.saya juga divonis TB dan saya berobat tuntas selama 8 bulan tanpa terlewatkan satu haripun minum obat.menurut dokter paru dari hasil rontgen dan tes darah normal tidak ada infeksi. (Hb = normal (angkanya saya lupa), LED =3 , LED 2jam = 5, leukosit =5800).akhirnya saya memutuskan periksa ke dokter syaraf.dari pemeriksaan fisik,menurut dokter syaraf tidak ada masalah.saya hanya diberi obat pencegah anti nyeri (myores tizanidine) dan amittripline.karena tidak ada pengaruhnya,saya coba ke dokter penyakit dalam dengan keluhan nyeri pelipis kepala sampai belakang dan nyeri dada serta rahang seperti kaku(baru timbul sekitar seminggu lalu).kata dokter yang memeriksa,saya mengalami tension headache.akhirnya saya diberi obat antinyeri opineuron dan fisiotherapy 6x.sayasudah jalankan dan masih sering nyeri walaupun tidak sesakit dahulu. karena bingung, akhirnya saya coba konsul ke dokter umum dengan keluhan 1. nyeri pelipis sampai belakang kepala 2. nyeri dada kadang tengah,kanan,atau kiri 3. dada sebelah kiri terasa seperti ditusuk sebanyak dua kali (pernah saat tidur terbangun sakit nyerinya) 4. telapak kaki selalu dingin kiri kanan 5. tangan kiri tersa tidak bertenaga. dan saya diberi 2 macam obat yaitu fevrin 500mg, lameson -4, meloxin 7.5 mg, dan biothicol 500mg.menurut dokter umum apabila tidak sembuh, saya disarankan brain ct scan. pertanyaan saya : 1. dokter umum menduga saya mengalami gejala stroke(katanya ada kontraksi nyeri pelipis dan sering lemasnya tangan kiri saya ).bagaimana membuktikan seseorang divonis gejala stroke? pemeriksaan seperti apa yang bisa saya lakukan untuk membuktikan benar tidaknya karena saya takut terlambat. 2. lebih efektif mana tes darah atau CT scan untuk mendeteksi stroke atau penyakit jantung? 3. bila tes darah,apakah dengan mengetahui kolesterol LDL dan HDl saja, seseorang bisa divonis stroke atau jantung? 4. apakah saya perlu memeriksakan diri ke dokter jantung mengenai gejala yang saya alami? terus terang saya merasa takut terkena serangan jantung pasca adanya snit-snit pada bagian dada kiri.saking takutnya saya mengkonsumsi cedocard 5mg.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter. 

Sebelum kami menjawab akan saya jelaskan sedikit seputar stroke. 

Stroke merupakan suatu kegawatdaruratan medis yang harus segera dikenali dan ditangani. Stroke dapat disebabkan oleh karena penyumbatan pembuluh darah di otak atau yang dikenal dengan stroke iskemik atau bisa juga karena disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak atau yang dikenal juga dengan stroke hemorrhagik.

 

 Orang yang berisiko tinggi mendapat serangan stroke antara lain :

  • Penderita tekanan darah tinggi, dimana tekanan darah lebih dari 140/90

  • Penderita kolesterol tinggi

  • Penderita gula darah (diabetes mellitus)

  • Perokok

  • Penderita atrial fibrilation

  • Obesitas

  • Tidak pernah berolah raga

  • Terdapat riwayat stroke pada keluarga

  • Pernah mengalami serangan stroke sebelumnya

Gejala stroke bisa menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati. Karena itu, orang dengan gejala-gejala stroke,seperti paman Anda, sebaiknya segera dibawa ke dokter secepatnya. Gejala-gejala stroke yang dialami oleh setiap orang berbeda-beda, tergantung dari daerah otak yang terserang, antara lain :

  • Hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh

  • Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh

  • Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran

  • Penglihatan ganda

  • Pusing

  • Bicara tidak jelas (pelo)

  • Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat

  • Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh

  • Pergerakan yang tidak biasa

  • Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih

  • Ketidak seimbangan dan terjatuh

  • Pingsan.

Berikut adalah cara yang mudah untuk mengenali gejalanya. Ingatlah kata FAST, masing-masing terdiri dari singkatan gejalanya:

- F atau Face (wajah). Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Apakah ada sisi sebelah wajah yang tertinggal? Apakah wajah atau matanya terlihat jereng atau tidak simetris? Jika ya, orang tersebut mungkin saja sedang mengalami stroke.

- A atau Arms (tangan). Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua tangan. Apakah ia mengalami kesulitan untuk mengangkat salah satu atau kedua tangannya? Apakah salah satu atau kedua tangannya dapat ditekuk?

- S atau Speech (perkataan). Mintalah orang tersebut untuk berbicara atau mengulangi suatu kalimat. Apakah bicaranya terdengar tidak jelas atau pelo? Apakah ia kesulitan atau tidak berbicara? Apakah ia memiliki kesulitan untuk memahami yang Anda katakan?

- T atau Time (waktu). Jika ia memiliki seluruh gejala yang disebutkan di atas, orang tersebut mungkin mengalami stroke. Selalu ingatlah bahwa stroke merupakan kasus yang darurat. Anda harus segera membawa orang tersebut ke rumah sakit. Ingatlah juga untuk mencatat waktu kapan orang tersebut mengalami gejala-gejala itu. Untuk membantu dokter dalam menentukan terapi.

Serangan stroke berulang sangat mungkin terjadi. Untuk memastikan diagnosis stroke, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan CT-scan atau MRI. Dengan diketahui penyebabnya, apakah akibat sumbatan pembuluh darah atau akibat perdarahan, maka dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat sehingga kelumpuhan dan gejala lainnya dapat dicegah bahkan dipulihkan kembali. Sekitar 50% penderita yang mengalami kelumpuhan separuh badan bisa kembali memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri setelah menjalani pengobatan yang tepat secepatnya.

Untuk itu penanganan pertama yang dapat Anda lakukan bagi orang yang terkena serangan stroke adalah sesegera mungkin membawanya ke rumah sakit, karena pertama-tama perlu diketahui dulu jenis stroke nya melalui pemeriksaan CT scan dan MRI, barulah dokter akan menangani sesuai penyebabnya misalnya dengan obat atau tindakan pembedahan. 

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai stroke dan pencegahannya, Anda dapat membaca artikel kami yang berjudul Stroke.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar