Sukses

Kaki kesemutan, curiga diabetes

18 Oct 2014, 21:23 WIB
Wanita, 22 tahun.
kadar chol 157, Tg 160, Uric Acid 5, Gula darah acak 155... kluarga sy punya penyakit turunan diabetes. untuk gadis seumuran sy, bahayakah itu? Gmn cara mengatasinya, kaki sy sering kesemutan...???
Admin KlikDokter

Dijawab Oleh:

Admin KlikDokter

Saudari yang Terhormat,

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Penyebab kaki kesemutan sebenarnya sangat bervariasi. Kesemutan merupakan keluhan yang pernah dialami oleh semua orang. Biasanya kesemutan terjadi saat tubuh terlalu lama diam, atau berada dalam suatu posisi tertentu, sehingga aliran darah ke daerah tersebut (misal ke arah tangan anda) menjadi terhambat dan timbul keluhan kesemutan. Anda tidak perlu khawatir mengenai hal ini. Keluhan tersebut akan berangsur-angsur menghilang dengan menggerak-gerakkan bagian tubuh yang kesemutan sehingga aliran darah kembali lancar ke daerah tersebut.

Yang perlu anda khawatirkan adalah jika keluhan kesemutan anda semakin meluas dari hari ke hari, semakin sering dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti sakit kepala, muntah-muntah, kelumpuhan anggota tubuh, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, dan lain sebagainya. Jika hal-hal tersebut terjadi pada diri anda, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut sehingga anda segera mendapatkan pengobatan yang tepat.

Selain itu, kaki kesemutan memang ada kaitannya dengan penyakit diabetes.Keluhan kaki kesemutan yang berhubungan dengan DM ini dikenal dengan neuropati perifer. Hal ini berhubungan dengan lama menderita dan ketidakstabilan gula darah Anda. Pada keadaan ini artinya sudah ada gangguan pada syaraf karena penyakit DM. Apakah Anda terkena diabetes? Untuk mencurigainya, Anda dapat membaca koleksi artikel kami yang terdapat pada rubrik diabetes dengan mengklik link berikut http://diabetes.klikdokter.com/. Gejala diabetes yang paling terkenal (disebut gejala klasik) adalah 3P yaitu polidipsi (minum banyak karena sering haus), polifagi (makan banyak melebihi biasa), dan poliuri (berkemih banyak > 5x ketika istirahat atau tidur) hingga penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Keluhan lainnya bervariasi, mulai dari lemah badan, kesemutan, gatal, mata kabur, disfungsi ereksi pada pria , serta gatal pada vagina wanita.

Jika ditemukan gejala klasik tersebut ditambah hasil pemeriksaan gula darah sewaktu lebih besar sama dengan 200 mg/dL maka sudah cukup dikatakan diabetes mellitus.Apakah Anda merasakan salah satu atau beberapa gejala klasik 3P DM tersebut?  Jika Anda merasakan salah satu gejala klasik 3P DM dengan mendapat hasil gula darah acak (yang kami asumsikan merupakan gula darah sewaktu) sebesar 155, Anda belum dapat dikatakan menderita diabetes melitus. Namun selanjutnya ada baiknya pula jika Anda meneruskan pemeriksaan dengan gula darah puasa dan gula darah post prandial (pemeriksaan tersebut memerlukan persiapan berupa puasa selama 8 jam sebelumnya). Karena jika gula darah puasa Anda lebih besar sama dengan 126 mg/dL dengan disertai salah satu gejala 3P, Anda sudah dapat disebut menderita DM.

Selain faktor genetik yang diturunkan dari orang tua,  faktor risiko lain terjadinya diabetes pada seseorang memang termasuk adanya gangguan pada metabolisme lemak, yang diperlihatkan dengan adanya kelainan pada lab seperti kadar kolesterol (total, LDL, HDL) ataupun berat badan berlebih. Dari hasil lab darah yang Anda cantumkan, kami asumsikan ada sedikit peningkatan pada nilai trigliserida saja, hasil lab lainnya normal. Namun perlu diingat bahwa setiap laboratorium memiliki nilai kisaran normal tersendiri dikarenakan perbedaan peralatan dengan lab lain. Sedangkan berdasarkan indeks massa tubuh ( BB/(TB dalam m)2) Anda setelah kami hitung tergolong ideal (Anda juga dapat mencoba menghitung indeks massa tubuh dengan memasukkan data berat badan dan tinggi badan Anda pada fitur "Hitung Body Mass Index" yang terdapat pada kolom kiri bawah dari halaman depan situs kami).

Jika setelah memeriksakan diri dan ternyata Anda benar terkena DM, maka yang dapat Anda lakukan adalah mencegahnya agar tidak berlanjut pada perasaan baal dan kemudian terjadi ulkus/luka pada kaki. Karena pada penderita DM yang mengalami kaki baal akan mudah mengalami luka pada kaki karena sudah kehilangan sensasi pada kaki.Jika sudah luka, umumnya luka pada penderita DM lebih sukar, lama sembuh dan bahkan dapat berujung pada amputasi. Caranya adalah dengan mengendalikan DM dengan memperhatikan kriteri-kriteria berikut, dan merawat kaki.

Beberapa kriteria pengendalian diabetes melitus adalah sebagai berikut:

  • Gula darah puasa yang baik adalah 80-<100 mg/dL.
  • Gula darah 2 jam postprandial yang baik 80-144 mg/dL
  • Kadar kolesterol total, LDL, HDL, Trigliserida
  • Tekanan darah
  • Indeks massa tubuh 18,5- <23
  • A1C yaitu tes untuk menilai hasil pengobatan jangka pendek


Cara merawat kaki (lakukan dengan teratur):

  • Tidak boleh berjalan tanpa alas kaki, termasuk di pasir dan di air
  • Periksa kaki setiap hari, dan laporkan pada dokter apabila ada kulit terkelupas atau daerah kemerahan atau luka
  • Periksa alas kaki dari benda asing sebelum memakainya
  • Selalu menjaga kaki dalam keadaan bersih, dan mengoleskan krim pelembab ke kulit yang kering.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (RIPI)

 

Salam,

 

Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar