Sukses

Kutu Air dan Penggunaan Kaporit
11 Nov 2014, 21:30 WIB
Pria, 30 tahun.

Dear Dokters, Saya di rumah menggunakan air tanah yang agak berbau dengan pompa air ditampung di penampungan air [toren] dan dibiarkan tanpa tutup [terbuka] agar baunya hilang dan terkena sinar matahari, pernah saya lihat di toren tersebut ada kutu berwarna merah banyak sedang bergerak lincah kesana kemari, saya penasaran dan saya cari info dan kemungkinan itu disebut Kutu air [daphnia / moina]. Pertanyaan saya adalah: Apakah daphnia / moina ini penyebab penyakit "Kutu Air" [Athlete's foot / Skabies]? Apakah daphnia / moina ini berbahaya bagi manusia [kulit manusia / kesehatan manusia] ? Apakah air yang mengandung kutu air tersebut dapat digunakan untuk mandi [tentunya setelah disaring lagi ke tempat penampungan air yang kedua terlebih dahulu dan dikasih kaporit bubuk]? Apakah benar air yang mengandung kaporit berbahaya bagi manusia ? berbahaya untuk minum / mandi ? Berapa ukuran / takaran kaporit yang seharusnya terkandung didalam air yang aman dipakai buat mandi ? apa bedanya TCCA [trikolit] dengan kaporit ? Yang mana lebih baik dicampur dengan air yang dipakai untuk mandi ? Terimakasih banyak.

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami mengerti kehkawatiran yang Anda rasakan. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, saya akan sedikit menjelaskan mengenai Daphnia dan Moina yang juga dikenal sebagai kutu air. Daphnia dan Moina merupakan zooplankton yang termasuk dalam keluarga Arthropoda , kelas crustacea dan ordo caldocera. Keduanya merupakan jenis udang renik. Kutu air(Daphnia dan Moina) sering dibudidayakan sebagai pakan benih ikan dan jenis ikan hias, biasanya bergerombol mengambang di permukaan air dan berwarna coklat kemerahan. Kutu air ini tidak hidup sebagai parasit(makhluk yang merugikan) sebagaimana kutu lain yang hidup di luar air.

Penyakit kutu air atau Athlete’s foot yang Anda maksud, dalam dunia kedokteran lazimnya dikenal sebagai tinea pedis(Athlete’s foot) merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang tumbuh di area yang lembab seperti sela-sela jari kaki. Untuk menghindari terjadinya kutu air pada daerah-daerah tertentu, sebaiknya terlebih dahulu menjaga kebersihan pada diri kita, kemudian usahakan untuk tidak memakai sandal atau sepatu yang lembab atau basah, karena biasanya kutu air sering hinggap didaerah-daerah tempat seperti itu. Usahakan ketika mandi untuk tidak bertukar pakai handuk, karena ini bisa mengakibatkan timbulnya jamur pada kulit kita dan badan akan terasa gatal-gatal.

Penyakit kutu air(Tinea pedis/Athlete’s foot) berbeda dengan scabies. Jika kutu air/tinea pedis disebabkan oleh jamur, scabies disebabkan oleh sejenis tungau yang bernama Sarcoptes Scabei. Sarcoptes cabei biasanya menyerang secara berkelompok didaerah padat seperti pada pesantren. Meskipun berbeda, baik kutu air ataupun scabies merupakan penyakit kulit yang menular.

Kaporit atau kalsium hipoklorit merupakan senyawa yang sering digunakan untuk disinfektan air ataupun agen pemutih. Senyawa ini memiliki efek korosif, sebaiknya tidak digunakan dalam jumlah besar(tidak lebih dari 4%). Menurut World Heaalth Organization(WHO) atau organisasi kesehatan dunia, standar penggunaan yang aman adalah 2-3mg/L air dengan dosis maksimal adalah 5mg/L, namun Food and Drug Administrastion (FDA) menetapkan ambang batas klorin yaitu dalam 100 gram makanan, kadar klorin (yang digambarkan dengan natrium hipoklorit atau kalsium hipoklorit) tidak boleh melebihi berturut-turut 0.82 gram dan 0.36 gram. Penggunaan kaporit untuk mandi juga kurang dianjurkan karena senyawa kimia yang dihasilkan dapat memiliki efek iritasi pada kulit serta dapat bersifat karsinogenik(pemicu kanker). Tanda-tanda yang mungkin terlihat pada kulit yang kerap terpapar oleh kaporit adalah penuaan dini, karena senyawa yang terkandung dalam kaporit dapat merusak lapisan kolagen kulit sehingga menyebabkan kulit tampak lebih kusam dan kasar. Sama halnya dengan kaporit TCCA juga merupakan senyawa yang mengandung klorin, namun penggunaannya lebih tahan lama karena kandungan klorinnya tidak akan mudah hilang walaupun terkena sinar matahari. Sehingga kami tidak menganjurkan penggunaan keduanya baik untuk mandi ataupun untuk dikonsumsi. Karena lebih baik menggunakan atau mengkonsumsi air yang terbebas dari bahan-bahan kimia tersebut.

 

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar