Sukses

Sabun Antiseptik untuk Daerah Kewanitaan, Amankah?

08 Nov 2014, 08:10 WIB
Pria, 24 tahun.

dok, saya mau menanyakan mengenai penggunaan sabun antiseptik untuk daerah kewanitaan itu sebetulnya aman atau tidak ya? karena saya sering menggunakan sabun yg saya beli di apotik untuk dipakai ketika saya buang air di toilet umum,trims atas pencerahannya

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com
Menjaga kesehatan organ kewanitaan sebenarnya tidak susah, tapi nyatanya masih banyak wanita yang masih belum tanggap terhadap pentingnya hal tersebut. Terkadang para wanita yang awam beranggapan bahwa dengan melakukan douching (kegiatan membersihkan vagina dengan sabun berpewangi atau alat penyemprot), maka vagina telah menjadi bersih. Pada kenyataannya, douching justru dapat meningkatkan gangguan kesehatan area genital. Ketika melakukan douching, maka keseimbangan kadar pH di dalam vagina terganggu.
Sebenarnya di dalam vagina terdapat bakteri, 95 persennya adalah bakteri yang baik sedang sisanya bakteri pathogen. Agar ekosistem seimbang, dibutuhkan tingkat keasaman (pH balance) pada kisaran 3,8 - 4,2. Dengan tingkat keasaman tersebut, laktobasilus akan subur dan bakteri pathogen mati. Jadi dengan melakukan douching, maka bakteri baik yang terdapat di daerah vagina juga akan terbunuh. Kuman yang baik tersebut harus ada, karena bakteri tersebut berfungsi untuk membunuh kuman yang jahat.
Hal ini bukan berarti sebagai larangan dalam penggunaan sabun antiseptik daerah kewanitaan. Anda tetap dapat menggunakannya, namun tidak dianjurkan untuk penggunaan setiap hari. Kami sarankan Anda melihat cara pemakaian yang tertera dalam kemasan sabun antiseptik tersebut.
Bagaimana bila menggunakan toilet umum?
Anda perlu mewaspadai akan kesehatan dan kehigienisan dari toilet umum, karena tentunya meskipun terlihat bersih namun sebagaimana peruntukannya tentu toilet akan menjadi tempat bersarangnya kuman yang dapat membawa penyakit bagi tubuh. Namun bukan berarti Anda harus menahan hajat, karena tentunya hal tersebut pun malah menjadi penyakit lain.
Untuk menggunakan toilet umum dengan aman, simak tips berikut ini;
Hal yang pertama harus anda lakukan ialah dengan menggunakan tissue sebagai pelapis tempat duduk kloset bila kloset di toilet umum tersebut tidak memiliki pelapis dudukan kloset.
Yang kedua yang dapat anda lakukan ialah mengelap pelapis dudukan kloset bila terlihat kotor menggunakan tissue yang tersedia, namun bila tidak ada maka anda dapat mendekatkan sedikit dan tidak perlu duduk menempel pada dudukan kloset untuk menghindari kuman yang ada pada kloset.
Selain itu biasanya anda membawa dompet, gadget ataupun tas, bila hal tersebut menyulitkan anda lebih baik jangan di letakkan di lantai, hal ini tentunya akan menjadikan barang – barang anda terkena kuman. Untuk baiknya, titipkan barang – barang anda pada teman atau orang yang pergi bersama anda agar menjaga keamanan dan kebersihannya.
Begitu juga bila anda ingin menggunakan kloset, ada baiknya sebelum Anda memakai nya, terlebih dahulu diflush agar sisa urine dan bakteri yang tertinggal dapat hilang begitu juga dengan kloset. Namun ada baiknya saat memflush, Anda menutup kloset terlebih dahulu atau sedikit menjauh dari urinoir yang tentunya tidak memiliki penutup. Hal ini tentunya memiliki tujuan untuk menghindari kuman yang dapat terpental keluar saat anda memflush.
Setelah itu, bila Anda telah usai menggunakan toilet ada baiknya anda mencuci tangan menggunakan sabun yang biasanya tersedia pada tempat pencuci tangan. Agar kuman yang menempel pada tangan Anda dapat dihilangkan dengan baik dari tangan.
Hal yang terpenting adalah kebersihan air di toilet umum. Bila Anda tidak yakin air yang akan digunakan bersih, atau bila terlihat jelas air tersebut kotor, ada baiknya Anda mencegah datangnya penyakit infeksi kuman pada daerah kewanitaan dengan terlebih dahulu membunuh kuman tersebut, salah satunya dengan menggunakan sabun antiseptik.
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 
Salam,
Tim Redaksi KlikDokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar