Sukses

Posisi Testis

18 Oct 2014, 09:07 WIB
Wanita, 26 tahun.
Dokter, saya punya bayi umur 4,5 bulan dengan berat terakhir 7.1kg dan panjang 63cm dan masih full asi/ASIP. kemaren, tepatnya tgl 15 agustus 2010, menjelang siang kira2 jam 10am lebih saya menemukan kalau testis anak saya naik keatas sebelah, sehingga berada disebelah penisnya, testis yang sebelah kanan. Saya melihatnya sewaktu saya hendak membersihkan pub nya. paginya seingat saya belum seperti itu.sewaktu saya sentuh, anaknya tidak menangis, tenang-tenang saja. kondisi anak fisiknya aktif, lincah, ceria. BAB 2-4x sehari.frekunsi BAK sering sekali. kalau BAK ata BAB terkadang mengejan tetapi terkadang tidak, lebih sering tidak, seingat saya. sampai siang ini kondisinya masih seperti itu. Hal itu kenapa ya dok ? kenapa bisa sampai terjadi ? penyebabnya apa ya dok ? tindak pengobatan apa yang perlua saya lakukan ? dan tindakan apa yang perlu saya lakukan untuk pencegahan ke depan nya ? Teirma kasih saya ucapkan atas saran, tanggapan, dan waktu dokter :)( perempuan, 26 thn,155 cm,52 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

 

Ibu/Saudari yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Pada laki-laki, 90% akan memiliki testis kiri yang letaknya lebih rendah dari pada testis kanan, 5% akan memiliki testis kanan lebih tinggi dari pada testis kiri, dan sisanya akan memiliki letak yang simetris. Hal ini juga berlaku sama pada berbagai anggota tubuh lain, yang dapat mengalami asimetri. Pada dasarnya, testis memiliki ukuran dan lokasi yang sama, dengan beberapa variasi dan perbedaan.

Namun, ada juga kondisi di mana testis belum ada di tempatnya (skrotum); namun berada di rongga abdomen, dapat didiagnosis sebagai cryptorchidism/undesensus testes atau retraktil testis. Sangat sulit membedakan retraktil testis dengan undesensus testes secara klinis. Pada bayi laki-laki, testis biasanya turun sebelum usia 3 bulan.

Retraktil testis terjadi karena terjadi respon refleks berlebihan yang menyebabkan testis tidak berada di tempatnya. Pada retraktil testis tidak diperlukan tindakan pembedahan karena keluhan akan hilang dengan sendirinya pada saat pasien menginjak masa pubertas atau dengan manipulasi agar testis turun ke dalam skrotum.

Cryptorchidism/undesensus testes dapat terjadi karena ketidakseimbangan hormonal pada bayi. Selain itu, kelainan genetik seperti Sindrom Klinifelter  juga dapat memicu terjadinya undesensus testes. Namun, kebanyakan penyebabnya tidak diketahui. Pada cryptorchidism/undesensus testes, testis akan turun dengan sendirinya pada usia di bawah 1 tahun, namun jika setelah 1 tahun testis tidak turun maka diperlukan penanganan terapi hormon atau pembedahan.

Jika tidak segera didiagnosis dan dilakukan penanganan yang tepat, baik retraktil testis maupun cryptorchidism/undesensus testes dapat menyebabkan timbulnya infertilitas dan keganasan dalam perkembangannya.

Berdasarkan keterangan yang Ibu berikan, nampaknya testis anak Ibu sudah turun namun letaknya lebih tinggi, apakah benar? Mengingat keterbatasan kami dalam melakukan pemeriksaan fisik, kami sarankan, Ibu membawa anak Ibu ke dokter spesialis anak atau dokter spesialis urologi untuk pemeriksaan fisik lebih lanjut dan pengambilan keputusan terhadap penanganan yang paling tepat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

(Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar