Sukses

Onani dan Memuaskan Pasangan

19 Jul 2010, 11:37 WIB
Pria, 28 tahun.
Dokter yth. Begini dok. sy ingin tanyakan ttg cara onani yg sering sy lakukan. Sy agak hoby melakukan onani (hampir setiap malam) dgn menarik-narik biji penis kearah anus untuk memperpanjang batangnya sehingga bagian akarnya makin tampak. Sy melakukan teknik ini sudah 2 thn. Perubahan panjangnya bertambah sktar 3 cm. Dulu panjangnnya hanya 15cm (tegang) menjadi 18 cm. Hanya sj akar penis sy kelihatan agk bengkok. Biasanya sy menarik bijinya ke belakang sambil menekan akar batangnya. Cara ini mampu menunda klimaks sy yaitu ketika sperma akan keluar, sy tekan salurannya sehingga sperma masuk kembali. Biasanya nanti 30 mnt barulah datang kembali klimaks yg mengeluarkan sperma. Sy melakukan dgn santai selama 1 jam hingga klimaks. 1.Apakah teknik onani dgn menarik biji penis tidak berbahaya dok? 2.Apakah menekan sperma yg akan keluar jg berbahaya? 3.Mengapa akarnya bengkok? 4.Mengapa jika akar penis sy tekan kuat, bagian batang tengah dan kepalanya bertambah besar? 5.Berapakah sebenarnya dalam liang vagina? Agar penis sy bisa menjangkau daerah rangsangan wanita jika sdh menikah? Sy biasa melihat di film wnta menggunakan dildo yg panjangnya 25cm lbh. Sehingga sy mash ingin menambah panjang batang penis sy dok. Namun sy minta informasinya dok. Terima kasih atas bantuannya. Salam sy Erwin. ( laki-laki, 28 thn,172 cm,57 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

 

Bapak/Saudara yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Onani tidak akan menyebabkan perubahan bentuk penis. Bentuk penis setiap laki-laki bervariasi, ada yang sedikit bengkok ataupun miring sedikit.

Onani atau masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Kebiasaan melakukan masturbasi bukanlah hal yang positif, terlebih jika dilakukan frekuensi yang sangat sering (hampir setiap hari). Kebiasaan melakukan masturbasi dapat menimbulkan masalah psikis dimana timbul pikiran terus menerus untuk melakukan masturbasi. Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya. Akan lebih baik jika anda mengalihkan keinginan untuk melakukan masturbasi dengan melakukan hal-hal yang lebih positif seperti dengan berolah raga, melakukan hobi-hobi anda, dll. Hindarilah hal-hal yang memicu anda untuk melakukan masturbasi seperti melihat gambar atau membaca buku-buku yang merangsang.

Pada wanita, organ seksual yang dapat menimbulkan rangsangan berada pada bagian leher, payudara, paha bagian dalam, titik G-spot pada vagina, dan klitoris. Rangsangan terbesar organ seksual yang dapat menyebabkan orgasme adalah titik G-spot dan klitoris.

G-spot wanita umumnya berada sekitar 3-5 cm dalam vagina sehingga ukuran penis 8 cm saja sudah mampu mencapainya, sedangkan klitoris terletak pada pertemuan bibir vagina bagian dalam, sisi atas. Apabila kedua titik ini dirangsang maka orgasme dapat terjadi. Penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) hanya dapat menyebabkan orgasme pada 15-20% wanita. Dinding dalam vagina itu memiliki sedikit ujung sarah, jadi tidak begitu sensitif terhadap rangsang sentuhan. Bahkan, sebetulnya ketika seorang perempuan mengalami orgasme atau klimaks sewaktu berhubungan intim, stimulasi fisik yang utama justru bukan dari penis melainkan gesekan tulang pubis pria pada klitoris dan area di sekitarnya (yang sangat sensitif karena memiliki banyak ujung saraf).  Maka, perlu diingat bahwa memuaskan pasangan bukan diukur dari ukuran penis.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

(Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar