Sukses

Keluar cairan putih setelah haid

20 Oct 2014, 09:13 WIB
Wanita, 34 tahun.
setiap hbs haid selalu keluar cairan putih susu apakah itu normal ? dan apa bisa dicegah ? dg apa pencegahannya ? apakah itu berpengaruh dg keseburan mengingat suadah 17 bulan sy menikah blm juga hamil ? mohon pejelasannya dan terima kasih ( perempuan, 34 thn,160 cm,58 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

 

Ibu/Saudari yang Terhormat,


Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Cairan putih susu atau yang sering disebut dengan keputihan dapat menandakan adanya suatu proses fisiologi (normal) atau patologis (abnormal). Keputihan normal memiliki ciri-ciri tampak bening (tidak berwarna), tidak berbau, tidak banyak, dan tidak menimbulkan keluhan seperti rasa gatal atau terbakar pada kemaluan. Sedangkan keputihan abnormal terjadi jika disebabkan oleh jamur maupun bakteri keputihan akan terlihat berwarna (putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak, dan disertai dengan keluhan lain. Bagaimana dengan keputihan yang Anda alami?

Berdasarkan informasi di atas, jika keputihan yang Anda alami cenderung ke arah normal maka tidak dapat dicegah, karena disebabkan oleh ketidakseimbangan hormonal. Namun jika cenderung ke arah abnormal, maka harus diatasi dengan pemberian pengobatan yang tuntas sesuai mikroorganisme penyebab dan perlu dilakukan pencegahan agar kondisi tersebut tidak berulang. Beberapa cara yang dapat anda terapkan untuk mencegah kekambuhan keputihan anda adalah:

  • Perhatikan kebersihan daerah miss V dengan memakai celana dalam yang menyerap keringat seperti bahan katun, rajin mengganti celana dalam dan selalu menjaganya tetap kering.

  • Hindari kebiasaan bertukar celana dalam dengan orang lain dan kebiasaan penggunaan handuk bersama

  • Hindari cara cebok yang salah (dari arah bokong ke depan)

  • Basuh miss V dengan air bersih yang mengalir

  • Penggunaan pantiliner cukup dipakai pada masa sebelum maupun setelah menstruasi, atau ketika Anda mengalami keputihan yang agak banyak karena pengaruh hormonal-seperti pada masa subur.

  • Hindari sabun pencuci vagina karena akan mengganggu keseimbangan pH vagina.

Selain pengobatan kepada Anda, ada baiknya jika Anda membawa pasangan/ suami (jika sudah memiliki) untuk diperiksa. Karena jika terdapat keputihan abnormal pada Anda, kemungkinan pasangan/suami dapat terkena kuman penyebab yang sama, yang kemudian dapat mengenai Anda kembali. Sehingga bila pasangan/suami tidak diperiksa atau diobati, besar kemungkinan infeksi akan terjadi berulang, dan pengobatan menjadi tidak tuntas.

Keputihan akibat infeksi yang tidak tuntas diobati dapat menyebabkan terjadinya perluasan dari infeksi dan menimbulkan beberapa penyakit lain seperti : infeksi saluran kemih, radang panggul, dll. Penyakit-penyakit tersebut dapat berdampak pada kesuburan  di kemudian hari.

Seseorang sudah dapat dikatakan memiliki masalah infertilitas primer (gangguan kesuburan) apabila telah memenuhi kriteria berikut, yaitu : belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi.  Bagaimanakah dengan Anda? Apakah selama ini anda sudah melakukan hubungan teratur terutama pada masa subur anda?

Apabila anda telah melakukan hubungan teratur terutama pada masa subur anda selama lebih dari 1 tahun namun belum juga memiliki keturunan, maka anda dan pasangan perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebabnya. Untuk memeriksakan fungsi reproduksinya, seorang wanita dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, sementara seorang pria dapat berkonsultasi dengan dokter urologi atau andrologi. Jika terbukti terdapat gangguan kesuburan baik pada suami atau istri, selanjutnya akan ditangani sesuai dengan penyebab.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (RIPI)


Salam,


Redaksi Klikdokter

 

 

 

 

 

 

 


 


 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 



 


    0 Komentar

    Belum ada komentar