Sukses

Vertigo dan berdenging

19 Oct 2014, 08:50 WIB
Wanita, 28 tahun.
Mohon bantuannya, Dok, Nama saya Riki Suryadi Laki-laki, umur 28 tahun. Sekarang saya bekerja di salah satu kantor Call Center yang system kerjanya shift. Sekitar 2 minggu yang lalu, saya mengalami gejala mirip vertigo, telinga mendenging disertai pusing dan rasanya pingin jatuh, kejadiannya pada pagi hari pukul 4 pagi, pada saat bangun dari tidur, posisi tidur miring ke kanan. Sore harinya saya langsung ke dokter Specialist THT dan didiagnosa Vertigo Murni katanya. Setelah itu saya diberi obat, setelah 3 hari vertigo dan pusingnya sudah sembuh. Namun denging yang dirasain belum sembuh, sudah hampir 2 minggu. Sudah ke Dokter THT di Rumah Sakit Santosa juga. Namun Dokter disana malah bingung diagnose penyakitnya apa. Terakhir obat yang diberikan Dokter yaitu Lapibal 500mg (buat kuatin syaraf), Tebokan 80 mg (buat ngelancarin darah), dan Lameson 8 mg. Mohon bantuannya dari Dokter karena sampai saat ini denging di telinganya belum sembuh juga. Saya sudah tes darah, tes kolesterol, dan tes telinga di Rumah Sakit Santosa Bandung namun hasilnya normal. Terimakasih ( perempuan, 28 thn,163 cm,49 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Suara yang Anda dengar di telinga disebut di dalam kedokteran sebagai tinitus. Tinitus sendiri berarti suara berdenging atau berdengung, atau jenis suara lain yang berasal dari kepala atau telinga tanpa keterlibatan sumber eksternal. Adanya rasa pusing mungkin saja dapat disebabkan karena adanya keterlibatan saraf di daerah yang berkaitan.

Tinitus bukanlah penyakit namun gejala dan sebaiknya segera dicari penyebabnya. Menurut American Academy of Otolarryngology, tinitus disebabkan oleh kerusakan dari ujung saraf pendengaran di telinga dalam. Kerusakan tersebut dapat disebabkan karena usia tua. Apabila masih muda seperti Anda, tinitus umumnya disebabkan karena pajanan suara keras. Penyebab lain dari tinitus adalah obat (aspirin, NSAIDs, diuretik), alergi, tekanan darah tinggi atau tekanan darah rendah, tumor, trauma terhadap kepala atau telinga, dan infeksi.

Tidak ada obat khusus untuk tinitus, yang paling penting adalah menghilangkan pencetus atau menyembuhkan penyebab. Yang dapat saya sarankan untuk Anda adalah menghindari pajanan suara keras, hindari pencetus tinitus seperti kopi, teh, cola, rokok, dan garam. Berolahragalah untuk memperbaiki sirkulasi dan jangan terlalu memikirkan mengenai tinitus yang terjadi, belajarlah untuk mengabaikannya atau mengalihkannya ke hal lain (mendengarkan musik ketika mau tidur misalnya). Apabila masih belum ada perbaikan juga, ada baiknya Anda mencari second opinion ke dokter spesialis THT yang lain. 

Demikian informasi kami sampaikan, semoga dapat membantu. (TRH)

Terima Kasih

(Tim Redaksi Klikdokter)
 

    0 Komentar

    Belum ada komentar