Sukses

Polusi Udara dan Kehamilan

23 Mar 2010, 17:51 WIB
Wanita, 29 tahun.
Selamat Sore Bapak/Ibu Dokter yang bertugas. menanggapi balasan e-mail saya yang kemarin saya ucapkan terimaksih banyak atas jawabannya karna sangat membantu saya. Selanjutnya saya akan bertanya mengenai program untuk hamil kembali, yang ingin saya tanyakan berbaya tidakah polusi dari asap bus dan angkot² karna posisi sekarang saya bekerja dan pindah rumah ke orang tua setiap hari melalui terminal dan saya sangat sesak dan batuk² jika menghirup asap tersebut,mohon sarannya. demikian pertanyaan saya atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.(fenty/29 th/155kg/159cm)( perempuan, 29 thn,159 cm,155 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Polusi dari asap bus dan angkot tentunya memiliki dampak yang kurang baik bagi kesehatan dalam berbagai cara, baik efek jangka pendek dan efek jangka panjang. Anak-anak dan orang tua cenderung merasakan efek yang lebih berat. Selain itu, pada mereka yang memiliki penyakit asma penyakit jantung dan paru juga akan merasakan efek nya yang lebih berat dari polusi udara ini.

Efek jangka pendek dapat berupa iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan serta infeksi pernapasan, sakit kepala, mual dan reaksi alergi. Efek jangka pendek ini memang kemungkinan besar dapat diatasi dengan obat-obatan. Namun lain halnya jika yang kita alami adalah merupakan efek jangka panjang. Efek jangka panjang seperti penyakit pernapasan kronis, kanker paru, penyakit jantung, dan bahkan kerusakan pada otak, syaraf, hati, atau ginjal akan lebih sulit untuk diobati. Polusi udara ternyata juga memiliki dampak yang kurang baik bagi kesehatan reproduksi atau dalam kehamilan. Penelitian dari 15,000 hasil USG pada ibu yang tinggal di Brisbane, Australia dengan tingkat polusi dalam radius 14 km yang dilakukan oleh peneliti senior Dr Adrian Barnett dari Queensland University of Technology, didapatkan hasil bahwa ibu dengan tingkat paparan tinggi terhadap polusi udara memiliki janin yang lebih kecil ukuran lingkar perut, lingkar kepala dan lingkar paha. Ukuran janin ini sangat penting, karena bayi yang lahir lebih besar umumnya memiliki tingkat kesehatan yang lebih baik saat masa kanak maupun dewasa.

Seberapa besar tingkat kerusakan tubuh akibat polusi udara sangat tergantung dari lama waktu terpapar dan konsentrasi dari zat kimia yang terkandung. Memang sulit menghindari berbagai polusi tersebut jika tinggal di kota besar seperti Jakarta, dimana tingkat polusi udara nya masih tinggi. Mungkin yang dapat Anda lakukan adalah dengan menutup bagian hidung dan mulut Anda dengan kain ketika sedang berada di jalan atau dengan menggunakan masker. Tidak lupa jaga selalu kesehatan dengan menjaga asupan makanan dan olah raga teratur.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (RIPI)


Salam,

Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar