Sukses

Tips untuk anak sulit BAB

20 Oct 2014, 05:21 WIB
Wanita, 24 tahun.
Met siang. Sy mau tny, anak sy usia 4 bln dah 2 hari ga BAB. Kira2 ada hal apa saja yg perlu sy perhatikan sementara dia baru sy beri asi dan susu pendamping/formula saja ? & apakah langkah yg harus diberikan agar BABnya kembali lancar ? Terima kasih. ( perempuan, 24 thn,167 cm,70 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Anda tidak perlu khawatir selama bayi anda tetap tampak sehat, berat badan tetap bertambah, perut tidak kembung dan bayi anda tidak rewel. Memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari. Bila bayi minum ASI, BAB-nya bisa 12-15 kali dalam sehari. Yang harus diperhatikan adalah keluhan-keluhan yang dialami bayi yang menyertai perubahan pola BAB-nya tersebut.

Beberapa kemungkinan penyebab timbulnya kesulitan buang air besar:

  • Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat.
  • Kemungkinan berikutnya adalah pembuatan susu formula yang terlalu pekat atau kental. Untuk mengatasinya, Anda dapat memberikan lebih banyak cairan dan mengencerkan susu yang diminumnya. Belum BAB 2 hari masih tergolong normal. Akan tetapi kami tetap menyarankan kepada Anda untuk tetap memberikan ASI eksklusif saja selama 6 bulan pertama kehidupan. Bagaimana pun, ASI terkenal akan manfaat dan segala kelebihannya dalam memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.
  • Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar.

Yang perlu anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi anda, kami sarankan sebaiknya anda segera membawa bayi anda ke dokter anak. Penurunan frekuensi BAB pada bayi seringkali terjadi akibat gangguan fungsional, misalnya akibat bayi menahan keinginan BAB karena pernah merasa kesakitan akibat feses atau tinja yang keras. Namun demikian, penurunan frekuensi BAB pada bayi dapat juga terjadi akibat kelainan organik seperti penyempitan rektum (bagian usus yang dekat dengan anus), dll.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (RIPI)


Salam,


Redaksi Klikdokter


    0 Komentar

    Belum ada komentar