Sukses

Kortikosteroid - Meningoensefalitis?

19 Oct 2014, 21:48 WIB
Wanita, 8 tahun.
Anak temen berusia 8 thn divonis dokter menginap penyakit meningo encephalitis celebrae setelah dilakukan city scan.. Symptom penyakit adalah: 1) panas tinggi 2) step/ kejang2 3) tidak bisa mengontrol saluran pembuangan air kecil dan besar 4) Mata terbuka tetapi tdk bereaksi sewaktu di panggil 5) Sering ketiduran Anak ini sudah di opname di RS selama 1 bulan dan hanya diberikan obat sejenis antibiotik dan kondisi tidak menunjukan perubahan banyak. Kebetulan anak kami pernah mengalami hal yg mirip tetapi nama penyakit adalah ADEM ( Acute Disseminated Encephalomyeletis) dan pengobatannya adalah dengan memberikan dosisi tinggi corticosteroids. Setelah 3 hari anak kami mulai sadar dan sembuh total setelah dua bulan. Pertanyaan kami: 1) Mengingat kedua penyakit ini berpangkal dari peradangan otak, apakah kami boleh memberikan obat yg sama kepada anak temen? 2) Perlukah mengeluarkan cairan tulang belakang utk mengetahui virus yang menyebabkan peradangan di otak yang mengakibatkan disfungsinya kontrol anak tsb dalam berbagai hal? ( perempuan, 8 thn,125 cm,22 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

 

 

Ibu/Saudari yang Terhormat,
Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang anda rasakan mengenai kondisi anak teman anda. Namun, perlu anda ketahui bahwa meningoensefalitis dan ADEM (Acute Disseminated Encephalomyelitis) merupakan dua buah penyakit yang berbeda. Meskipun memang benar bawah kedua penyakit tersebut terjadi akibat adanya peradangan pada sistem saraf, namun keduanya disebabkan oleh hal yang berbeda.

Meningoensefalitis merupakan suatu peradangan pada selaput dan jaringan otak. Pada anak-anak, penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri seperti H.influenza, S.pneumonia, N.meningitidis, dll.  Untuk mengatasi meningoensefalitis akibat bakteri, maka perlu diberikan obat yang dapat menghilangkan bakteri penyebab, yaitu dengan pemberian antibiotik yang sesuai dengan kuman penyebabnya. Pasien dengan meningoensefalitis tidak memerlukan kortikosteroid dosis tinggi untuk menyembuhkan penyakitnya.

Sementara Acute disseminated encephalomyelitis (ADEM) merupakan suatu peradangan pada serat saraf  yang menyebabkan terjadinya demielinasi, yaitu hilangnya lapisan mielin serat saraf yang berfungsi untuk melindungi serat saraf, sehingga timbul gangguan dalam menyalurkan impuls saraf. ADEM biasanya terjadi setelah suatu infeksi virus atau vaksinasi.  Pemberian kortikostroid dosis tinggi merupakan suatu terapi yang sangat tepat bagi penderita ADEM untuk mengatasi peradangan yang terjadi. Dengan terapi yang tepat,  sebagian besar pasien ADEM dapat sembuh dan mengalami pemulihan total. Penderita ADEM tidak memerlukan antibiotik dalam penyembuhannya karena ADEM tidak disebabkan oleh infeksi bakteri,

Karena perbedaan penyebab itulah, anda tidak dapat menyamakan pengobatan yang diberikan pada meningoensefalitis dan ADEM. Percayakanlah pengobatannya kepada dokter, dan berikanlah dukungan kepada teman anda dalam menghadapi masa-masa sulit selama anaknya sakit.

Demikian informasi yang dapat Kami berikan. Semoga dapat memberikan manfaat (DP)

Salam,

(Redaksi Klikdokter)

 


    0 Komentar

    Belum ada komentar