Sukses

Efek MSG bagi bayi

19 Oct 2014, 07:41 WIB
Wanita, 25 tahun.
Dokter, putri saya saat ini usianya 15 bulan dengan BB : 12 kg TB : 80 cm. Dia sangat aktif sekai bahkan cenderung hyperaktif. Icha hampir selalu bergerak dan bergerak tanpa kenal lelah. Bagaimana menganalisa anak yang aktif positif dan aktif yang negatif? Dia tidak susah makan, hanya saja dia lebih menyukai makanan yang asin dan dia juga suka dengan makanan yang mengandung MSG. Misalnya saja bubur. Saat dia saya beri bubur untuk bayi dia tidak suka, tapi saat saya beri bubur instan untuk orang dewasa dia makannya lahap. Begitu juga dengan mie instan. Untuk menetralisir bahan pengawetnya saya berikan buah segar. Apakah efek dari makanan asin dan MSG tsb? Bagaimana cara mengatasinya?. Perut putri saya sering kembung, apakah ada yang salah dengan sistem pencernaannya? Saat ini dia full susu formula. Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.( perempuan, 25 thn,150 cm,50 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang Terhormat,


Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Untuk membedakan anak aktif dalam arti positif dengan anak aktif dalam arti negatif, adalah dengan melihat perilakunya. Aktif dalam arti negatif yang dimaksud mungkin seperti "cuek" dan tidak menaruh perhatian dan tidak menatap mata jika diajak berbicara berhadapan, memiliki kemampuan yang buruk dalam berkonsentrasi sehingga akan mengganggu proses belajarnya di kemudian hari. Sedangkan aktif dalam arti positif, dapat dilihat selain tingkah lakunya yang aktif, anak tetap memiliki perhatian terhadap keadaan di sekelilingnya. 

Efek makanan asin yang dikonsumsi dalam jumlah banyak oleh bayi memang tidak baik untuk tubuh. Namun jika hanya pemberian sedikit garam pada makanan masih diperbolehkan. Namun, sebaiknya anda menghindari pemberian makanan yang mengandung penyedap rasa seperti MSG (Monosodium Glutamate) karena konsumsi MSG diduga berkaitan dengan timbulnya alergi pada beberapa orang. Pemberian berbagai berbagai zat tambahan pada makanan bayi juga dapat meningkatkan risiko anak menjadi hiperaktif. Untuk menyiasatinya, coba berikan makanan berupa nasi tim yang dihaluskan, makanan kecil ataupun bubur kacang hijau. Penambahan sedikit garam ataupun gula untuk menambah rasa diperbolehkan asalkan tidak dalam jumlah yang berlebihan. 

Sedangkan mengenai perut kembung, mungkin perlu ditelaah lebih dalam kembung seperti apa yang Anda maksud?Darimana Anda mengetahui perutnya kembung? Apakah perutnya yang menjadi membesar, ataukah bayi Anda menjadi lebih sering bersendawa?  

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (RIPI)


Salam,


Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar