Sukses

Sakit Karena Black Magic?

10 Feb 2010, 16:43 WIB
Pria, 30 tahun.
iSTRI SAYA TELAH KURANG LEBIH 8 TAHUN MENDERITA GANGGUAN JIWA. DIA SERING MELAMUN DAN SERING KELUAR RUMAH DAN JIKA KEMBALI SELALU DIANTAR ORANG DAN MASIH MENGKONSUMSI OBAT DARI RS JIWA MENUR. TETAPI SEKITAR 5 BULAN YANG LALU TIBA2 SAJA IA PULIH TOTAL SEPERTI TIDAK PERNAH SAKIT SEBELUMNYA. YG SAYA TANYAKAN: 1. BENARKAH ADA PENYAKIT JIWA YG BISA TIBA2 SEMBUH? (SAMPAI SAYA MENDUGA INI KENA BLACK MAGIC) 2. ADAKAH KEMUNGKINAN IA BISA KAMBUH DI MASA DEPAN?( laki-laki, 30 thn,165 cm,55 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Kondisi seseorang mengalami gangguan jiwa yang kemudian seketika tiba-tiba sembuh memang bukan omong kosong, artinya kasus serupa pernah terjadi. Sekarang Anda sudah melihat sudah lima bulan dirinya sembuh seperti sediakala lagi, artinya tidak sakit jiwa lagi.

Bersyukurlah dan terimalah sebagai kenyataan. Ada baiknya lakukan konsultasi psikiatri lebih lanjut mengenai kondisi kejiwaan dirinya saat ini. Ada baiknya ditelusuri pemicu beban pikiran yang mencetuskan hilangnya akal sehat. Kalau memang sudah sembuh total, jalanilah hidup Anda dengan bahagia, bersyukurlah. Hargailah eksistensi dirinya sebagai manusia sehat.

Ketahuilah bahwa pasien sakit  jiwa itu sembuh dengan sendirinya, bukan karena oleh dokter jiwa. Dokter jiwa hanya menenangkan dan memberikan jalan untuk kesembuhan, tapi mengenai sembuhnya pasien sendirilah yang memiliki kendali penuh untuk menentukan. Pun dengan kata lain Tuhanlah yang menyembuhkan  melalui perantara dokter jiwa.

Sebagaimana penyakit-penyakit lainnya, keadaan gangguan jiwa dapat muncul kembali, hal ini perlu diperhatikan, tujuan untuk mengadakan kunjungan kepada dokter kesehatan jiwa (psikiatri) adalah untuk mencari solusi kesehatan jiwa guna memperkecil risiko munculnya keadaan gangguan jiwa yang pernah ada tersebut.

Namun demikian, jangan lagi posisikan dirinya dianggap masih sakit,  sehingga dirinya gagal mendaoatkan kebutuhan aktualisasi diri sebagai eksistensi seutuhnya jati dirinya butuh pengakuan di lingkungan masyarakat.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Terimakasih.

Dr. Sukardi, SpKJ(K)

    0 Komentar

    Belum ada komentar