Sukses

Kista Bartholin saat hamil

18 Oct 2014, 13:27 WIB
Wanita, 36 tahun.
Dok, saya sudah beberapa tahun ini menderita kista batholin dan saat ini saya sedang hamil usia 20 minggu, apakah nantinya akan mempengaruhi saat saya mengalami persalinan secara normal? Perlu dokter ketahui saya sudah melakukan operasi kecil untuk kista batholin tsb pada th 1998 namun dengan seiringnya waktu kista itu tumbuh lagi di tempat yg sama dan sekarang sebesar biji kelereng. Apakah memang kista batholin itu tidak dapat disembuhkan secara tuntas? Terimakasih atas perhatian dan jawabannya.( perempuan, 36 thn,153 cm,45 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kelenjar bartolin adalah 2 kelenjar yang berlokasi di kanan dan kiri pada pembukaan liang vagina (bibir vagina). Kelenjar bartolin berfungsi untuk memproduksi mukus (lendir) untuk lubrikasi vagina (pelumas vagina).

Kista bartolin terbentuk apabila kelenjar bartolin tersumbat dan sebabkan pembentukan kista yang berisi cairan. Kista ini dapat disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau sumbatan lokal karena lendir vagina. Apabila disebabkan oelh infeksi, kista bartolin dapat berubah menjadi abses bartolin. Kista bartolin umum terjadi pada wanita usia 20-29 tahun terutama mereka yang belum pernah hamil atau baru hamil sekali.

Kista bartolin dapat tumbuh membesar sampai sebesar telur. Kista tersebut tidak berbahaya namun dapat menyebabkan nyeri dan membuat jalan menjadi lebih sulit. Terapinya tergantung dari ukuran kista, rasa nyeri, apakah terinfeksi, dan usia pasien.

Kista kecil dapat hanya diobservasi saja dengan terapi direndam di air hangat beberapa kali dalam sehari selama 3-4 hari untuk mengurangi nyeri dan agar kista dapat pecah dengan sendirinya. Selain itu dapat juga dipasang selang kecil / kateter oleh dokter untuk mengeluarkan cairan dari kista. Apabila kista berulang kali kambuh setelah diterapi maka kelenjar bartolin dapat diangkat dengan operasi / laser. Apabila pencetusnya masih ada (infeksi, sumbatan), kista memang dapat berulangkali kambuh.

Pada kehamilan, apabila kista tidak menimbulkan keluhan maka kista tidak perlu diterapi, cukup diobservasi. Hal tersebut dikarenakan aliran pembuluh darah di daerah kemaluan meningkat dikarenakan kehamilan sehingga dikhawatirkan terjadi lebih banyak perdarahan.

Namun apabila memang menimbulkan keluhan, kista tersebut dapat dikeluarkan absesnya (nanah)  dan menggunakan antibiotik. Namun di kala hamil, pengeluaran cairan kista terkadang justru dapat menimbulkan infeksi tambahan.

Konsultasikan penanganan kista bartholin tersebut dengan dokter kebidanan Anda. Sekian jawaban dari kami, semoga dapat membantu. (TRH)

Terima kasih.

(Tim Redaksi Klikdokter)

    0 Komentar

    Belum ada komentar