Sukses

Sindroma polikistik ovarium

17 Oct 2014, 19:33 WIB
Wanita, 24 tahun.
dok, saya sudah menikah 6bln. saya sangat ingin memiliki anak. sebelum menikah mens saya teratur 28 hari, namun setelah menikah menjadi tidak teratur, terkadang maju / mundur 2-3hari. sampai pada bulan desember 2009 saya terlambat mens 9hari, setelah ke dokter ginekolog ternyata ditemukan banyak kista dalam rahim saya (sindrom polikistik ovarium). setelah mengetahui banyak artikel tentang SPO, saya menjadi gelisah karena saya susah memiliki keturunan. saya tidak memiliki keturunan diabetes, dan saya tidak obesitas. yang ingin saya tanyakan, apakah saya masih bisa hamil? sebetulnya kapan terjadinya SPO, karena mens saya selalu teratur (tiap bulan mens)? terapi apa saja yang harus saya lakukan? terimakasih atas jawaban dokter.. (perempuan, 24 thn,151 cm,49 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Kami dapat memahami perasaan Anda saat ini. Tentunya tidak mudah untuk menerima kabar ini di masa-masa awal pernikahan Anda.

Sindroma ovarium polikistik atau lebih dikenal dengan Policystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah kelainan di indung telur wanita akibat ketidakseimbangan hormon. Sindroma ovarium polikistik dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan menyebabkan gangguan kesuburan. Gejalanya antara lain adalah mentruasi tidak teratur (menjadi jarang atau berdarah banyak), gangguan kesuburan, gangguan pematangan sel telur sehingga telur yang ada berukuran kecil, gangguan metabolisme lemak, peningkatan berat badan dan jaringan lemak pada tubuh bagian atas, timbul jerawat pada muka atau badan,  pertumbuhan rambut-rambut halus yang berlebihan di wajah dan badan.

Memang, mayoritas penderita sindroma ovarium polikistik memiliki masalah dengan berat badannya dan resistensi insulin yang menyebabkan hambatan perkembangan folikel kemudian memicu terjadinya siklus anovulatorik (tanpa sel telur). Namun perlu diketahui bahwa perkembangan penyakit ini juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Hampir semua penderita PCOS memiliki kerabat sedarah yang pernah menderita masalah yang sama.

Agar dapat mengalami pembuahan, sel sperma harus bertemu dengan sel telur matang. Akan tetapi hanya sebagian kecil penderita PCOS yang mengalami pelepasan sel telur matang dari indung telur (ovulasi), sehingga sebagian besarnya dapat mengalami kesulitan untuk memiliki keturunan. Namun bukan berarti kehamilan tidak mungkin terjadi. Pada keadaan ini, dibutuhkan terapi bantuan untuk meningkatkan kesempatan terjadinya kehamilan.

Dokter perlu melakukan evaluasi terlebih dahulu untuk menilai ada/tidaknya ovulasi pada Anda, baru dapat  ditentukan terapi yang sesuai. Perlukah dilakukan induksi ovulasi ataukah terapi lain? Diskusikanlah dengan dokter kebidanan dan kandungan Anda mengenai berbagai pertimbangan yang mungkin diambil, agar dapat tercapai solusi yang terbaik untuk Anda dan pasangan.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (SO)

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar