Sukses

Problem seks setelah melahirkan

20 Oct 2014, 10:01 WIB
Wanita, 25 tahun.
malam dok...saya mau tanya...setelah melahirkan ko rasa ingin berhubungan dengan suami ko berkurang ya...normal kah?( perempuan, 25 thn,153 cm,47 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Anda tidak perlu khawatir. Turunnya libido pasca melahirkan tidak akan berlangsung permanen, kelak Anda akan menemukan sendiri momentum timbulnya libido Anda kembali bergejolak. Walau dalam beberapa kasus, tetap ada juga yang membutuhkan bantuan ahli medis.

Secara garis besar, faktor penyebab menurunnya libido terbagi menjadi dua faktor, yakni faktor  fisik dan faktor psikologi. Pada faktor fisik dilatarbelakangi dengan adanya pengaruh alkohol, narkoba, sakit diabetes, efek dari obat (terutama obat penenang), hiperprolaktinemia (meningkatnya kadar hormon prolaktin diatas kadar normal) dan kelainan hormon lainnya.

Pun, dalam kasus Anda, masa setelah melahirkan juga menjadi faktor hilangnya rasa ingin berhubungan seks. Tentunya selain terkait dengan perubahan hormonal yang terjadi setelah melahirkan, hal yang ada diikuti pula banyak perempuan yang terlalu lelah untuk berpikir tentang seks. Kesibukan datangnya anggota keluarga baru dan tempo waktu istirahat kuat dugaan menjadi asumsi menurunnya stabilitas gairah libido.

Belum lagi banyak ibu muda malas bangun dari tidur untuk bercinta dengan alasan lelah setelah keseharian bersibuk urus ini-itu. Jika tersedia sedikit waktu untuk diri sendiri, mereka cenderung memilih tidur, bersantai, dan tidak diganggu orang lain.

Pun, tidak menutup kemungkinan ada beberapa kasus ditemui yang mengalami trauma pada kehamilan sehingga enggan untuk berhubungan intim.

Untuk latar belakang faktor psikologis, depresi, stres, keletihan, kecemasan, pelecehan seksual atau pemerkosaan pada masa lalu, lesbian, serta masalah yang serius dengan pasangan kemudian kondisi hidup yang sulit (misalnya satu atap dengan mertua), besar kemungkinan menjadi penyebab kehilangan hasrat untuk berhubungan seks.

Sesekali cobalah menginap beberapa hari di penginapan kesukaan Anda berdua pada akhir pekan, atau datang ke pesta teman, ataupun kegiatan lain untuk santai sedikit dari rutinitas harian. Telusuri sisi sensual Anda yang sempat hilang. "Panaskan" suasana ranjang Anda dengan memakai seksi ketika tidur bersama pasangan. Kendalikan babak percintaan dan pastikan dia tahu variasi seks yang Anda inginkan.

Olahraga sangat berperan penting dalam mendongkrak vitalitas dan metabolisme tubuh manusia. Pun sekaligus secara fisik dapat membantu wanita meningkatkan hasrat seksualnya. Olahraga dapat meningkatkan kuantitas dari hormon yang dapat meningkatkan libido.

Jika keluhan Anda berlanjut, adakan proses konsultasi dokter secara langsung. Menurunnya libido juga dilatarbelakangi pengaruh hormonal. Ditemukan pada beebrapa metode KB hormon dan penyakit kelenjar tiroid biasanya menurunkan gairah seks.

Namun yang paling jauh terpenting adalah peran serta dukungan dan pengertian dari pasangan Anda untuk mengatasi problem seks yang ada.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

Terimakasih.

Dr. Sukardi, SpKJ(K)

    0 Komentar

    Belum ada komentar