Sukses

Anak sulit makan

30 Nov 2009, 15:03 WIB
Wanita, 27 tahun.
siang dok, saya punya seorang anak umur 1 th dng bb 10kg anak saya sangat susah sekali makan...tiap dikasih makan pasti muntah dia tidak menolak dikasih makan tp tiap makan pasti muntah kalau minum su2 jg kadang2 suka muntah sudah aku bawa ke spesialis anak n dikasih obat muntah tp tetap saja hasilnya kalau muntah kadang suka keluar lendir2 begitu tapi anak saya tidak sedang batuk or pilek apa yang hrs saya lakukan ya dok? (perempuan, 27 thn,169 cm,55 Kg)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Bapak/Saudari yang terhormat,

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari klikdokter.

Kami dapat memahami perasaan Anda saat ini. Menghadapi masalah makan pada anak memang bukan suatu hal yang mudah. Akan tetapi melihat berat badan anak Anda saat ini, dapat diperkirakan status gizinya masih cukup baik. Berdasarkan tabel pertumbuhan anak dari WHO, berat badan normal anak usia 1 tahun adalah berkisar antara 7,8-11,8 kg (berat badan ideal 9,6 kg) untuk laki-laki dan 7,1-11,3 kg (berat badan ideal 8,9 kg) untuk perempuan. Memang, perkembangan anak pada usia > 1 tahun tidak secepat ketika usianya < 1 tahun (0,2 kg/bulan). Dan meski kami belum mengetahui jenis kelamin anak Anda, akan tetapi dapat terlihat bahwa berat badan anak Anda saat ini telah melampaui kriteria berat badan ideal baik untuk anak laki-laki maupun anak perempuan usia 1 tahun. Sehingga meski asupan makanannya berkurang, selama dalam makanan yang diasupnya terkandung nutrisi lengkap dan pertumbuhannya sesuai dengan umurnya, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun apabila ditelaah sejenak, perilaku anak yang sulit makan dapat disebabkan oleh beberapa kondisi. Mulai dari sikap mandiri anak yang merasa berhak untuk mengatur selera makannya sampai adanya gangguan atau kelainan pola makan. Beberapa di antara penyebab lain yang menyebabkan anak tidak mau makan adalah :

  • Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan, sehingga anak tidak merasa lapar. Seperti permen, minuman ringan, coklat, chiki,dll. Akibatnya ketika jam makan tiba anak  sudah kekenyangan. Atur makanan selingan atau cemilan jauh sebelum waktu makan tiba. Beri juga
    cemilan yang sehat spt potongan buah, sayur kukus, keju, yoghurt, es krim, cake buatan ibu
  • Minum susu terlalu banyak . Susu di banyak keluarga dianggap sebagai makanan "dewa" yang bisa menggantikan makanan utama seperti nasi, sayur & lauk pauknya. Atau orang tua sering takut anaknya kelaparan, sehingga makanan diganti dengan susu. Akhirnya, daripada perut si anak tidak kemasukan makanan, diberikan saja susu berlebihan. Padahal setelah anak berusia 1 tahun, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kalsium dan fosfor sendiri mudah kita dapatkan dalam ikan-ikanan, sayur & buah. Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2 gelas sehari. Mulailah melatih anak dengan berbagai jenis makanan.
  • Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan. Cobalah untuk memvariasikan menu makan anak. Hal ini akan tergantung pintarnya ibu memberikan makanan bervariasi. Bila anak tidak mau nasi dapat diganti dengan roti, makaroni, pasta, bakmi, dll. Penyajian makanan yg menarik juga penting sekali. Jangan campur adukkan makanan. Pisahkan nasi dengan lauk pauknya. Hias dengan aneka warna & bentuk. Jika perlu cetak makanan dg cetakan kue yg lucu.
  • Anak merasa terganggu dengan jam makan. Anak usia 1 tahun sedang aktif-aktifnya untuk bermain dan mempelajari sekitarnya. Makan dapat dianggapnya mengganggu aktivitas yang dilakukan. Apabila anak tidak mau makan maka cobalah untuk menyuapinya dalam suasana anak sedang bermain atau menonton televisi. Pada suasana tersebut umumnya anak sedang senang hatinya dan mau disuapi makanan

Beberapa hal yang dapat saya sarankan untuk membuat si kecil mau makan diantaranya :

  • Buat suasana makan yang menyenangkan bagi anak. Buatlah suasana yang menimbulkan anggapan bahwa makan adalah sesuatu yang menyenangkan. Jangan cepat menyerah jika anak tidak menyukai makanan yang kita tawarkan. Coba ulangi lagi dengan suasana yang berbeda. Ada anak yang baru mau makan jika televisi menyala dan menampilkan acara kartun favoritnya. Cara ini dapat diicoba.
  • Tambahkan susu secukupnya Jangan berikan susu pada anak dalam jumlah berlebihan. Jumlah susu yang berlebihan akan menyebabkan anak kekenyangan sehingga anak tidak mau makan lagi.
  • Berikan jadwal makan teratur dalam jumlah yang kecil, jangan paksa anak menghabiskan makanannya
  • Hindari menunjukkan wajah khawatir atau marah ketika anak tidak mau makan. Perhatian terhadap kelakuan anak yang kurang baik justru dapat membuat anak terus melakukannya lagi
  • Bila anak mau makan atau mau menghabiskan makanannya maka berilah pujian
  • Jangan biarkan anak minum dalam jumlah banyak sesaat sebelum makan. Minum dapat membuat kenyang dan membuat anak tidak mau makan.

Di luar hal-hal tersebut, defisiensi atau kurangnya asupan vitamin, khususnya kompleks vitamin B (penting dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak) dan vitamin C, dapat mengakibatkan penurunan nafsu makan. Sebetulnya vitamin tidak memiliki efek pada nafsu makan tapi membantu tubuh dalam menggunakan atau menyerap nutrien dari makanan. Karena itu, dengan mengembalikan keseimbangan vitamin dalam tubuh, nafsu makan dapat meningkat. Jika keseimbangan vitamin belum dapat dicapai dengan makanan yang sehari-hari dimakan, dapat dibantu dengan pemberian suplemen multivitamin. Seperti yang telah disebutkan di atas, multivitamin tersebut terutama harus mengandung kompleks vitamin B dan vitamin C, selain vitamin A, D, dll.

Dan yang perlu diingat baik-baik oleh setiap orangtua adalah seberapapun anak susah makan, ia tidak akan membiarkan dirinya kelaparan. Artinya, begitu ia kelaparan, maka ia akan makan. Tetap kreatif mengolah & menyajikan makanan, bina komunikasi yang baik, terus belajar menjadi orangtua & memahami kondisi anak, serta bersabar.

Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak beserta serba-serbinya di "Rubrik Tumbuh-Kembang Anak" kami.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (SO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar